KopDar “Bikers Brotherhood Blog” by MotoDream Magazine
Hari : Sabtu 4 Juli 2009 Jam 19.00 – 22.00 WIB
Lokasi : Wetiga
Jl. Langsat I no.3/A
Kebayoran Jakarta Selatan
info lokasi : http://wetiga.com
be there…
KopDar “Bikers Brotherhood Blog” by MotoDream Magazine
Hari : Sabtu 4 Juli 2009 Jam 19.00 – 22.00 WIB
Lokasi : Wetiga
Jl. Langsat I no.3/A
Kebayoran Jakarta Selatan
info lokasi : http://wetiga.com
be there…
Liat iklan KukuBima dengan tema LASKAR MOGE..sungguh gagah para lelaki yang sedang berkendara dengan moge-mogenya.
Namun..
ada beberapa hal yang mengganjal dan membuat iklan tersebut terasa bodoh dan membodohi masyarakat:
1. Mengapa para lelaki itu tidak mengenakan helm dan safety gear yang layak..FOR GOD’S SAKE! Kalian bikin malu moge-ers saja. Ngerti safety riding gak sih? Harusnya ente yang main iklan tersebut memberi contoh dan image baik di tengah citra moge-ers yang sedang turun daun belakangan ini, bukan membakar semangat ratusan para penonton dengan kebodohan yang bertopeng kegagahan semu.
2. Mengapa yang dipakai di iklan tersebut hanya terkesan mewakili merk dan tipe motor tertentu? Apakah motor lain dengan kapasitas >400cc dan berkonfigurasi inline four, V-twin, V-six dan single cylinder tidak layak disebut MOGE?
Harusnya ente tidak mengorbankan idealisme sebagai moge-ers yang baik hanya demi iming-iming seteguk minuman berbahan dasar kimia dan honor sekian lembar rupiah saja.
Wahai kawan moge-ers..Demi perbaikan citra seluruh pengendara motor, dan dengan segala “power” yang ane yakin ente semua punya, tolong stop penayangan iklan itu dan ganti dengan yang lebih layak, mendidik dan membanggakan. Bisa tidak?
Regards,
http://bennythegreat.wordpress.com
mengapa banyak sekali terjadi bencana di negeri ini?
bencana alam, musibah, kecelakaan, baik karena human error maupuna kegagalan sektoral…
apa ada yang salah dengan negeri ini?
masyarakatnya kah? pemerintahnya kah? pemimpinnya kah? rakyat nya….?
apakah sudah terlalu banyak dosa yang dibuat oleh negeri ini?
apakah sudah terlalu jauh pemimpin dan rakyat negeri ini jauh dari Sang Maha Pencipta?
SEGUDANG pekerjaan rumah (PR) masih menumpuk memasuki usia ke 63 tahun Kepolisian RI, Rabu, 1 Juli 2009. Mulai dari mengungkap kasus kriminalitas hingga menata dan menegakkan aturan lalu lintas jalan.
Motto melayani, mengayomi, dan melindungi bak senjata makan tuan. Maklum, dengan jumlah personil hanya sekitar 377 ribu orang, polisi kita keteteran melaksanakan motto tersebut. Penduduk Indonesia yang harus dilayani kini mencapai 235 juta jiwa, artinya, satu polisi melayani 623 orang. Padahal, idealnya satu polisi melayani 250 orang.
Beratnya beban polisi memang cukup tinggi. Seperti dilansir www.komisikepolisianindonesia.com, setiap harinya mereka harus menyelesaikan kasus kriminal paling sedikit sekitar 14.000 kasus.Sedangkan anggaran penyelidikan dan penyidikan tindak pidana sangat terbatas yaitu Rp 552 miliar untuk 2009.
Namun untuk program pemeliharaan Kamtibmas hingga masyarakat menjadi aman Polri memperoleh anggaran Rp 5 triliun. Anggaran ini untuk menggelar operasi kriminal dan menciptakan kondisi aman hingga mampu mengeleminasi tindak kejahatan.
Polri yang pada 2009 memperoleh dukungan anggaran Rp 24.816.713.972, selain untuk pembangunan materil dan fasilitas Polri, dana tersebut untuk pelayanan publik dan birokrasi, serta pelayanan keamanan.
Bagaimana lini lalu lintas? Dengan asumsi sekitar 60% adalah polisi lalu lintas (Polantas), maka satu polisi melayani sekitar 1.039 orang. Jauh dari ideal.
Lalu, bagaimana sibuknya polantas di Jakarta? Jumlah polantas di Jakarta sekitar 4.408 orang. Dengan populasi kendaraan yang mencapai 9,9 juta unit, satu polisi menangani 2.245 kendaraan. Betapa mumetnya seorang polantas.
Taruhlah kendaraan yang lalu lalang di jalan-jalan Jakarta separuh dari populasi yakni sekitar 4,5 juta unit, setiap polantas mengawasi sekitar 1.122 kendaraan.
Kecelakaan
Tingginya angka kecelakaan lalin membuat kita semua bergidik. Pada 2007, setiap hari korban tewas mencapai 32 orang. Sementara itu, korban tewas di Jakarta, setiap hari mencapai 3 orang.
Angka statistik menjadi tak bercerita manakala sekadar penghias laporan rutin. Angka-angka itu menjadi bermakna ketika menyadari bahwa pembunuh sadis ada di depan mata kita. Namanya, jalan raya.
Melihat keberadaan polantas yang terbatas di Jakarta sudah selayaknya kita sebagai pengguna jalan memberdayakan diri sendiri. Mari kita sandarkan nasib kita kepada kemampuan berkendara yang memadai dan saling menghargai pengguna jalan. Sudah pasti kita juga menyerahkan segala hal kepada Maha Pencipta.
Perilaku berkendara yang santun dan mentaati aturan lalin menjadi mutlak. Hanya itu yang kita bisa lakukan di tengah segala keterbatasan aparat keamanan kita. Bagi bikers yang terhimpun dalam kelompok sepeda motor, tak perlu menunggu esok hari. Mulai hari ini, menjadi panutan pengguna jalan lain. Bersahabat, santun di jalan. (edo rusyanto)
RSA: Stop Pemiskinan di Jalan Raya
Jakarta, 25 Juni – Road Safety Association (RSA) menyerukan agar pemerintah dan segenap instansi terkait, seperti Kepolisian RI, tak henti mengkampanyekan keselamatan berkendara di jalan. Kecelakaan di jalan menimbulan kerugian finansial dan memicu kemiskinan akibat hilangnya sumber ekonomi keluarga. Langkah pemerintah mencanangkan program Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ) 2009, di Jakarta, Rabu (24/6), barulah langkah awal untuk terus menggelorakan budaya keselamatan berkendara di jalan. “Hal paling penting setelah seremonial PNKJ adalah langkah konkret apa yang akan kita lakukan untuk penyebarluasan road safety,” ujar Rio Octaviano, ketua RSA, di Jakarta, Kamis (25/6). Menurut Rio, peran pemerintah seperti Departemen Perhubungan (Dephub), Polri maupun Departemen Pekerjaan Umum, amat penting untuk mengikis angka-angka kecelakaan di jalan. ”Kecelakaan bisa menyebabkan pemiskinan masyarakat,” tegas Rio. Ia menjelaskan, dari data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), 65% korban kecelakaan terkena imbas finansial. ”Misalnya saja yang menjadi korban kecelakaan adalah seorang suami tiang ekonomi keluarga, maka jika korban sampai meninggal, hilanglah sudah sumber keuangan keluarga,” papar dia. Karena itu, kata Rio, sudah saatnya kita semua menyerukan gerakan berkendara yang aman dan selamat. ”Setop pemiskinan dari jalan raya,” seru Rio.