– with kakaipank, FaridhaR, Fatim, tanny, Arinda Casni, Yudhi, Edo, Syamsul, Ditha, Rio , Ivan, Rudy, Firman, Mukhammad Azdi, Shasya, Danar, Nursal, Muh, Yudis, Gita, Fournando, wahyu, Dest, Alan, Citra, Lidiya, Riezha, Rahmat Dito, Melini, Andri, Eko, Eko, Ahmad, Dian, Iskandar, Igfar, Fajar E, AsReyNita, Indah, Ardy, and ahmad Berdaulat

View on Path

Iklan

Tergoda ‘Sexy’ Isu Road Safety

Tatkala membahas road safety tentu akan terkuak sumber daya yang begitu luar biasa. Road safety menjadi lampu pijar dalam kegelapan dan laron-laron berkerumun mendekatinya. Laron itu mantan rayap dan akan menghasilkan rayap-rayap baru. Dalam terang lampu, para laron rela mematahkan sayapnya kembali berlarian di tanah dan membangun kroni rayap baru.

Demikian halnya laron-laron yang mengerubungi road safety, ia rela memotong motong bagiannya bahkan mungkin mampu mengawal anggarannya yang nantinya akan dijadikan bancakan berikutnya? Entahlah mengapa road safety secara hakiki tidaklah dicintai. Ibarat putri ketulusan hatinya tidak membuat haru pengagumnya. Semua hanya bernafsu pada anggarannya dan berbagai program-program pengadaannya. Esensi dari road safety bisa saja diabaikan. Tak lagi penting hati dan rasa tatkala semua bernafsu kebinatangan menjarah memperkosanya.
Baca lebih lanjut

Membangun Peradaban lewat Penegakan Hukum

Oleh: Brigjen Pol DR Chryshnanda Dwilaksana*
*Direktur Keamanan dan Keselamatan Korps Lalu Lintas (Dirkamsel Korlantas) Mabes Polri

Jakarta โ€“ Banyak kalangan yang menjadikan tertib bagi pengguna jalan adalah dengan penegakkan hukum, hukuman berat akan menjadikan jera. Benarkah demikian? Bisa saja benar bisa saja salah. Benar orang patuh karena takut. Salahnya apakah peradaban dibangun dengan ketakutan.

Para penegak hukum seringkali mengutamakan dan memfokuskan pada ancaman hukuman. Kontroversial penjabaran pasal 106 UU tahun 2009 tentang LLAJ yang di viralkan menjadi suatu issue yang seolah menakutkan dan berbagai kalangan minta klarifikasi atas pelarangan merokok dan mendengarkan musik saat berkendara. Hukum dan konsekuensinya dengan kewenangan kewajiban dan hukuman ini yang ditonjolkan. Penjabaran dan pemaknaan atas mengganggu konsentrasi dijabarkan dengan analogi-analogi yang menjadi kebiasaan para pengemudi. Terjadilah kontroversial dan mempertanyakan mengapa begini mengapa begitu dst.

Baca lebih lanjut