Polisi Berperilaku “Aneh”? Bisa Dilaporkan Loh..

Saya gak panjang lebar nulis disini, sekedar menyampaikan informasi dari Twitter @TMCPoldaMetro yang me-retweet @PropamPolri, yang isinya, jika kita mengalami atau melihat perilaku anggota Kepolisian RI yang tidak pantas, hal itu bisa dilaporkan ke Propam POLRI, caranya gimana? Baca tweet berikut ya…

TMC Polda Metro Jaya

On Wednesday 20th April 2011, @TMCPoldaMetro said:

RT @PropamPolri Terdapat beberapa cara pelaporan atau perlindungan hukum ke Divisi Propam Polri diantaranya: 1. Datang langsung ke Div Propam Polri Lantai 1 Gedung Utama Mabes Polri Jl. Trunojoyo No. 3 Jaksel. 2. Melalui surat tercatat di alamatkan ke Divisi Propam Polri Jl. Trunojoyo No. 3 Jaksel 3. Melalui website: http://propam.polri.go.id/?mnu=pengaduan

Capture dari situs Propam POLRI :

Iklan

2 thoughts on “Polisi Berperilaku “Aneh”? Bisa Dilaporkan Loh..

  1. Peraturan Pemerintah (PP) No. 50 Tahun 2010 tentang jenis dan tarif atas jenis PNBP:
    – Untuk biaya pembuatan SIM A Rp. 120.000 Perpanjangan SIM A Rp. 80.000.
    – Untuk biaya pembuatan SIM C Rp. 100.000 Perpanjangan SIM C Rp. 75.000.
    – Biaya Asuransi Rp. 30.000 sumber http://www.polri.go.id. Pada tanggal 15 Agustus 2014 saya memperpanjang SIM C di sim keliling guru patimpus medan. Ketika itu saya diminta biaya pengurusan SIM C sebesar 160 ribu dengan rincian 135 ribu biaya pembuatan SIM C dan 25 ribu biaya administrasi. diluar biaya tes kesehatan 25 ribu. total 185 ribu. Pertanyaan saya 1. Apakah saya bisa dituntut polisi Propam karena memberikan uang pengurusan perpanjangan SIM C di sim keliling jalan guru patimpus medan, jauh dari harga yang ditetapkan POLRI sebesar Rp. 75 ribu ? karena ada unsur memperkaya petugas negara walaupun saya tau dari website POLRI biaya hanya Rp. 75 ribu tapi kenyataan dilapangan saya diminta Rp. 160 ribu, saya jadi merasa berdosa membantu oknum polisi korupsi, harusnya saya protes bukannya ikut membayar kelebihan 85 ribu. kalau pakai calo Rp. 250 ribu. Pertanyaan kedua. Ketika berada di sim keliling guru patimpus medan, saya melihat ada oknum polisi satlantas yang menerima uang dari calo, buktinya nomor antrian pakai calo jadi lebih cepat, apakah ada hukuman bagi orang yang melihat praktek korupsi di bus keliling sim jalan guru patimpus medan tapi tidak melaporkannya ke pihak berwajib, mohon bertanya kalau pihak korupsinya oknum polisi satlantas, apakah boleh melaporkannya ke polisi setempat misalnya polsek ? Bagaimana perlindungan korban & saksi ketika menghadapi oknum polisi yang korupsi, siapa yang menjamin jaksakah atau hakimkah, atau TNI kah ? terima kasih ^^

  2. Selamat siang bapak/ibu, mohon izin saya sebagai rakyat Indonesia diperlakukan TIDAK ADIL oleh OKNUM APARAT di POLDA METRO JAYA(PMJ). Keluhan saya terhadap kinerja Polda Metro Jaya(PMJ), kasus saya sudah 3(tiga) tahun lebih tidak mampu bisa diselesaikan oleh PMJ, malah OKNUM APARAT sendiri yang mempermainkan hukum. Coba bayangkan terlapor sudah dipanggil sebanyak 3(tiga) kali untuk di BAP TIDAK DATANG (mangkir), sampai sekarang sudah 3(tiga) tahun lebih tidak dilakukan penjemputan paksa untuk di BAP, padahal surat penangkapan dan penggeledahan rumah sudah dibuat tapi sampai sekarang tidak dilaksanakan sesuai prosedur oleh OKNUM APARAT, bermacam-macam alasan yang dibuatnya (apakah kasus ini sudah masuk angin, jadi tidak berani melakukan penangkapan terhadap terlapor). Apakah hukum di negara kita ini INDONESIA bisa dibeli, coba saya minta dijelaskan oleh orang yang mengerti/paham hukum.
    Apa gunanya ” TRIBRATA ” (JANJI SUMPAH POLRI ) katanya : MENGAYOMI, MEMBANTU dan MELAYANI MASYARAKAT ternyata GOMBAL SAJA (BOHONG BELAKA), malah nyatanya hukum dipermainkan oleh OKNUM APARAT sendiri yang tidak bertanggung jawab. Akibatnya nama POLRI tercoreng dan tidak dipercaya oleh masyarakat khususnya orang INDONESIA sendiri, gara-gara ulah OKNUM APARAT yang TIDAK BERTANGGUNG JAWAB/ TIDAK PROFESIONAL bekerja. Jadi sampai sekarang kasus ini tidak ada kepastian hukumnya.
    Mohon keluhan saya sebagai warga negara Indonesia diperhatikan, supaya hukum di negara kita INDONESIA jangan dipermainkan oleh OKNUM APARAT sebagai PENEGAK HUKUM. Kasus ini nyata dan jelas sekali dipermainkan oleh OKNUM APARAT sendiri. Saya berani mempertanggung jawabkan kasus ini. Saya mencari keadilan, jangan hukum dipermainkan oleh OKNUM APARAT sebagai PENEGAK HUKUM. Padahal banyak sekali bukti dan benar-benar jelas sekali penipuan dan penggelapannya, tapi masih berani juga OKNUM APARAT membela yang salah. Kalau cara kerja OKNUM APARAT TIDAK BENAR, akan banyak sekali PENIPUAN di negara kita INDONESIA. Saya sebagai warganegara Indonesia benar-benar diperlakukan TIDAK ADIL dan dimana HAK ASASI KEMANUSIAAN KEADILAN saya. Kasus ini bila perlu saya ekspos di MEDIA, jadi masyarakat tahu bahwa hukum di negara kita ini INDONESIA bisa dibeli dengan uang dan biar juga diketahui oleh KAPOLRI dan serta KAPOLDA. Supaya OKNUM APARAT yang tidak bertanggung jawab menjalankan tugasnya ini bisa ditindak/dipecat. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih atas bantuannya.
    Nb :
    -Nomor Registrasi Kompolnas : 737/11/RES/VI/2015.
    -Untuk “MENCARI KEADILAN”, dengan terpaksa kasus ini saya sebarluaskan melalui media.
    -MEMANG KENYATAAN CARA KERJA PENYIDIK POLRI TIDAK PROFESIONAL, AKIBATNYA BANYAK KEJAHATAN DI NEGARA KITA INI INDONESIA.
    -KATANYA NEGARA INDONESIA NEGARA HUKUM, TAPI KENYATAANNYA HUKUM DIPERMAINKAN OLEH OKNUM APARAT SENDIRI YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB.
    -MOHON TOLONG KASUS SAYA DITANGGAPI, SUDAH TIGA TAHUN TIDAK ADA KEPASTIAN HUKUM, YANG LEBIH SAKTI LAGI TERLAPOR SUDAH TIGA TAHUN LEBIH BELUM PERNAH SAMA SEKALI DILAKUKAN BAP.
    -PERTANYAAN SAYA BAPAK KAPOLRI / KAPOLDA, DIMANAKAH TANGGUNG JAWAB DAN KEWIBAWAAN SEORANG OKNUM APARAT KEPOLISIAN SEBAGAI PENEGAK HUKUM MENJALANKAN TUGAS YANG BENAR DAN YANG SESUNGGUH-SUNGGUHNYA ?????
    -MOHON KABARNYA.
    -DI SUBDITRANMOR POLDA METRO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s