Suatu hari Nabi صلى الله عليه وسلم pernah keluar menemui para Shahabatnya dan bersabda:
اتاكم شهر مبار
Telah datang pada kalian bulan yang diberkahi.
(HR. An Nasaa’i no.2106, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dlm Shahihut Targhib no.999)
Berdasarkan hadits tadi sebagian Ulama (seperti Imam Suyuthi dalam kitabnya “Wushuul Amaanii fii Ushuulit Tahaanii”, dan juga Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali-rahimahumallah) berpendapat disunnahkannya untuk memberikan ucapan selamat (tahni’ah) ketika memasuki bulan Ramadhan.
Syaikh ‘Ali Hasan Al-Halaby hafizhahullah, mengatakan sebagian ‘Ulama lainnya juga membolehkan ucapan:
بارك الله لكم في هذا الشهر
Semoga Allah memberkahi kalian semua di bulan ini.
Oleh karenanya, saya juga ikut berdoa:
بارك الله لنا و لكم في هذا الشهر
Semoga Allah memberkahi kita semua di bulan ini
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua dalam menjalankan ibadah di bulan yang mulia ini.
Menjadikan siangnya untuk puasa, malamnya untuk Qiyamul lail, membaca Al Qur’an, shadaqah dan juga yang lainnya..
Allahumma Aamiin
Sumber:
( Ceramah Syaikh ‘Ali Hasan Al-Halaby yang berjudul “Min Fiqhis Shiyaam” ) – at Masjid Hidayaturrahman

View on Path

Berkendara, Pekerjaan Berbahaya.
Tanpa kita sadari, sebenarnya berkendara adalah pekerjaan yang berbahaya. Berkendara memiliki dua risiko, ditabrak dan menabrak.

Sebagai pekerjaan berbahaya maka dibutuhkan aturan untuk mengatur para pelaku berkendara (pengendara). Juga diberlakukan aturan terhadap alat yang digunakan untuk berkendara (kendaraan).

Bahkan negara memberikan “mandat khusus” kepada para pengendara dalam wujud Surat Izin Mengemudi.

Sudah selayaknya sebagai pemegang mandat negara, maka para pengendara mesti menjadi pengendara yang bertanggung jawab.

Lalu bagaimana caranya menjadi pengendara yang bertanggung jawab?

Rekan-rekan Road Safety Association (RSA) Indonesia mempunyai jawabannya. Mereka menawarkan konsep #SegitigaRSA yang terdiri dari: RULES, sebagai pengendara selayaknya sudah memahami dan mematuhi aturan yang berlaku. Kemudian SKILL, pengendara mesti memiliki keterampilan berkendara yang mencukupi dan ATTITUDE, memiliki perilaku santun, toleran dan sudi berbagi ruas jalan kepada sesama pengguna jalan.

Tiga hal di atas jika dijalankan secara terus menerus saat berkendara bukan mustahil ‘celah’ selamat tiba di tujuan yang ‘terjepit’ diantara dua risiko berkendara seperti tersebut di atas dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pengendara. (luckysubiakto) – at Republik Indonesia

View on Path