Ali bin Abi Thalib ra:
“Kezhaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat, tapi karena diamnnya orang-orang baik.”

Syaikh Yusuf Qardhawi (Ketua Asosiasi Internasional Cendekiawan Muslim).
Setidaknya ada 3 (tiga) cara dalam mempertimbangkan pilihan:
• Jika semuanya baik, pilihlah yang paling banyak kebaikannya.
• Jika ada yang baik dan ada yang buruk, pilihlah yang baik.
• Jika semuanya buruk, pilihlah yang paling sedikit keburukannya.

View on Path

[Humor] Penegakan Hukum Untuk Pelanggar Yang ‘Ngeyel’

Suatu malam Parto naik motor mau jalan-jalan. Dipinggir kota dia di stop oleh Polisi.

Parto: “Apa salah saya ?”

Polisi: “Anda mengendarai motor di malam hari tanpa lampu.”

Parto: “Apa perlunya Pak ? Lampu sudah banyak. Diatas lampu, dirumah itu lampu, disana lampu, masa masih perlu lampu lagi?” (ngeles)

Polisi tidak menjawab, hanya langsung jongkok dan mengempeskan kedua ban motor Parto.

Parto: “Apa-apaan ini Pak ? Anginnya kok dikeluarin, gimana saya mau balik ?”

Polisi: “Lho, kamu ini gimana disana angin, disini angin, didepan ada angin, masa masih perlu angin lagi ? nanti kamu malah masuk angin ….. “

Parto: @#$%^&*()_)(+@#$%

JANGAN BAWA AGAMA KE DALAM POLITIK
💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥

“Munafik…Jangan bawa-bawa agama ke dalam politik” demikian komentar banyak orang kepada partai dakwah….

Luar biasamya kader partai dakwah menjawab :

Kami memang BERBEDA dengan Anda dan kebanyakan yang berpolitik di Indonesia…

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka PENYUAPAN UANG (MONEY POLITICS) dalam politik adalah biasa…

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka PENIPUAN dan DUSTA dalam politik adalah tidak BERDOSA…

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka ĶÒRUPSI di Indonesia MERAJALELA

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka yang menjadi KORBAN adalah RAKYAT JELATA…

Anda dan kebanyakan orang tidak pernah membawa agama ke dalam POLITIK maka RAHMAT dan KEBERKAHAN TUHAN entah kemana…

Kami memang BERBEDA…
Baik ke meja makan, ke wc, ke kamar tidur, ke tempat kerja, ke pasar, kami akan SELALU BAWA AGAMA kami kemanapun kami melangkah….

Baik dalam beraktifitas ekonomi, sosial, pendidkan, budaya…dan apalagi POLITIK yang PENUH dengan FITNAH… AGAMA kami akan SELALU DIBAWA dan DIPEGANG TEGUH. ..

Karena kami BUKAN orang-orang SEKULER …

💥Ustadz Warsito LC

View on Path

Ini Dia Parpol yang Melibas Aturan di Jalan

KAMPANYE pemilihan umum (pemilu) menjadi terasa tak sedap ketika para simpatisan partai politik (parpol) tumpah ruah di jalan raya. Aroma tak sedap menyeruak manakala iring-iringan kendaraan diwarnai dengan aksi melibas aturan di jalan. Salah satunya adalah pemandangan simpatisan yang bersepeda motor tanpa memakai helm. Berisiko.

Coba saja lihat rekapitulasi penindakan peserta kampanye yang dibeberkan Ditlantas Polda Metro Jaya. Untuk sepanjang Kamis (3/4/2014) saja tercatatat sebanyak 93,37% pelanggaran yang ditindak adalah pesepeda motor yang tidak memakai helm. “Dari jumlah tilang yang sebanyak 166, jenis pelanggaran tidak memakai helm sebanyak 155 kasus,” jelas Ajun Komisaris Besar Polisi Hindarsono, dalam pesan tertulis whats app yang saya terima Kamis (3/4/2014) sore.

Sudah semestinya para simpatisan parpol lebih peduli terhadap keselamatan dirinya saat mengikuti kampanye. Fakta yang ada selama ini menunjukkan bahwa cedera di kepala menjadi pemicu utama kematian pesepeda motor yang terlibat kecelakaan. Cedera di kepala dimungkinkan oleh tiga hal, pertama karena tidak memakai helm. Lalu, pemakaian helm yang salah dan ketiga, kualitas helm yang dipakai tidak mumpuni.

Karena itu, Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibkan para pesepeda motor dan penumpangnya untuk memakai helm. Upaya memaksa pesepeda motor dengan regulasi memang mesti dilengkapi dengan penegakan hukumnya di lapangan. Apalagi, sanksi yang diamanatkan UU tersebut lumayan berat, yakni denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara maksimal satu bulan.

AKBP Hindarsono menjelaskan, pelanggaran yang simpatisan parpol saat di jalan raya masih didominasi oleh pesepeda motor. Dalam rentang 16 Maret 2014 hingga 2 April 2014, kata dia, ada 580 penindakan terhadap para pelanggar. Nah, sebanyak 564 sang pelanggarnya adalah pesepeda motor alias 97,24% dari total kasus pelanggaran. Memilukan.
Ini dia parpol yang melanggar aturan di jalan selama kampanye di rentang 16 Maret 2014 hingga 2 April 2014 di kawasan Polda Metro Jaya:

1. DATA PELANGGARAN ATURAN LALIN PESERTA KAMPANYE

 

NO. PARPOL JUMLAH PELANGGARAN %
1 GOLKAR 109 18,79%
2 PAN 73 12,59%
3 PDIP 69 11,90%
4 DEMOKRAT 69 11,90%
5 PKB 62 10,69%
6 HANURA 46 7,93%
7 PKPI 43 7,41%
8 GERINDRA 41 7,07%
9 NASDEM 32 5,52%
10 PPP 25 4,31%
11 PKS 7 1,21%
12 PBB 4 0,69%
TOTAL 580 100%

Pesta demokrasi masih belum usai, bahkan nanti ada pemilihan presiden dan wakil presiden. Bukan tidak mungkin iring-iringan kendaraan bakal menyemarakkan jalan raya kita. Semoga para simpatisan dan parpol kian sadar untuk membuat lalu lintas jalan lebih aman, nyaman, dan selamat. Bukankah janji parpol dan calon presiden ingin mewujudkan kehidupan Indonesia yang lebih nyaman dan sejahtera? Yuk dimulai dengan di jalan raya. Sekadar menyegarkan ingatan kita, Indonesia kehilangan 80-an jiwa per hari akibat kecelakaan di jalan raya.

Sumber: www.rsa.or.id