Rakyat Adalah Pemilik Negeri

​Salah besar jika ada yang beranggapan bahwa bangsa dan negara ini sepenuhnya tergantung kepada elit penguasanya
Ada yang lebih besar andilnya terhadap bangsa dan negara ini, yaitu rakyat.
Rakyat adalah pemilik negeri ini, rakyat adalah penyebab negeri ini eksis, dan rakyat pula yang menjadi penyebab negeri ini merdeka
Dan jangan lupa mayoritas rakyat negeri ini adalah umat Islam. 
Kontribusi Umat Islam bersama ulamanya sangat besar bagi negeri ini. 
Mengabaikan dan meminggirkan umat Islam adalah kebodohan, penghianatan, dan penghinaan bukan saja kepada umat Islam dan para ulama, tetapi juga terhadap negara ini.
Jika umat Islam dan ulamanya terus dijadikan sasaran kriminalisasi dan terorisasi, sungguh itu sangat tidak adil, sangat menyakitkan, dan akibatnya akan sangat berbahaya bagi keutuhan dan keberlangsungan NKRI. 
Perlu dicatat, sejarah membuktikan, tak ada yang lebih siap berkorban dan mencintai NKRI melebihi umat Islam dan ulama
Bagi umat Islam dan ulama NKRI adalah harga mati!
(Ahyudin) 

Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan

​Sudah lama kita tidak mendengar geliat mahasiswa apalagi di saat kondisi negara karut marut seperti saat ini.  

Mahasiswa bagi kebanyakan orang disebut sebagai ‘agent of change’ agen perubahan. Beberapa peristiwa bersejarah yang merubah perjalanan bangsa ini diprakarsai oleh mahasiswa. Yang terakhir saat gerakan reformasi 1998 pun diprakarsai mahasiswa. 

Alhamdulillah kerisauan saya dan mungkin juga dirasakan oleh kebanyakan warga bangsa yang peduli pada kondisi negaranya, terjawab dengan kabar rencana #AksiBelaRakyat121 #ReformasiJilid2 oleh Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia. (http://bemindonesia.or.id/wilayah/nasional/seruan-aksi-121-bem-seluruh-indonesia/)

Dan kebetulan atau bukan, saya sendiri percaya tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini,  beberapa hari sebelum terkabar rencana #AksiBelaRakyat121, tepatnya 6 Januari 2017, saya membuat status facebook yang menggambarkan realita kondisi mahasiswa saat ini.

Kita doakan bersama semoga #AksiBelaRakyat121 yang akan digelar rekan-rekan mahasiswa dapat berjalan lancar, aman dan damai serta membawa hasil positif bagi perbaikan kondisi bangsa dan negara. (ls) 

Insya Allah Umat Islam Akan Menguasai Media

Pernah marah dengan pemberitaan media yang seringkali menyudutkan Islam?

Bahkan sering kesal dengan ‘framing’ media yang tak jarang membuat stigma negatif umat Islam?

Bukan waktunya lagi hanya bisa marah dan kesal,

Bukan waktunya hanya bisa diam dan berpangku tangan.

Saatnya umat Islam memiliki media yang mewakili umat Islam tanpa tersekat-sekat.

Saatnya umat Islam memiliki media yang menyuarakan kebenaran berdasar Quran dan Assunah.

Saatnya kita, umat Islam menjadi bagian dari Gerakan Gotong Royong #MuslimKuasaiMedia.

Alhamdulillah Gagasan #MuslimKuasaiMedia yang dicetuskan 1 Syawal 1437H, yang berkembang menjadi Gerakan Gotong Royong #MuslimKuasaiMedia telah berhasil mendirikan Badan Usaha Perusahaan Pers, Koperasi Swamedia Mitra Bangsa (SMB), pada 20 November 2016. 

Untuk mencapai tujuan #MuslimKuasaiMedia dibutuhkan dukungan muslim Indonesia untuk bersama-sama dalam gerakan ini, baik dengan menjadi pendukung gagasan ini maupun menjadi Anggota Koperasi (SMB) agar tercapai kapitalisasi modal usaha Pers, konsumen media yang besar dan jaringan Citizen Jurnalis.

Latar belakang gerakan >> http://bit.ly/GMKM-latar

Koperasi sebagai Badan Hukum Perusahaan Pers >> http://bit.ly/GMKM-Koperasi

Kenapa Koperasi? >> http://bit.ly/GMKM-KenapaKop

Apa untungnya Jadi Anggota Koperasi SMB? >> http://bit.ly/GMKM-Keuntungan

Gerakan, Pengda,Koperasi >> http://bit.ly/GMKM-GerakanPengdaKop

Perjuangan kita, Muslim Kuasai Media >> http://bit.ly/GMKM-GerakanPengdaKop

Bagi anda yang ingin bergabung dalam Gerakan Gotong Royong #MuslimKuasaiMedia dan menjadi anggota Koperasi SMB, silahkan hubungi Pengda dibawah;
*Aceh*

Arief Arbianto, HP/WA 081375870830
*SUMUT* 

Fuad Saragih, HP/WA 081278588878
*Riau-Sumbar* 

Rory Anas, HP/WA 08117068676
*KEPRI* 

Yayat, HP/WA, 081991049373
*SUMBAGSEL*

Andrian, HP/WA 081278588878
*DKI & Luar Negeri* 

Chaeruddin, HP/WA 081218881273
*Banten* 

Haerul Umam, HP/WA 081316031019
*Jawa Barat* Deddy S, HP/WA 081312377001
*Jawa Tengah* 

Himawan, HP/WA 08122880539
*Yogya* 

Gani, HP/WA 081578007656
*Jawa Timur* 

Iqbal, HP/WA 08563012276
*Kalimantan* 

Eko Prasetyo, HP/WA 081317272824
*Ketua Koperasi SMB*

Hadi M, HP/WA 081214748344
*Ketua Pengawas Koperasi SMB*

KH Luthfi Bashori
Wassalamu’alaikum wr wb

*Gotong Royong #MuslimKuasaiMedia*
Silahkan disebarkan, agar makin banyak Muslim yang mendukung dan bergabung Koperasi SMB dan segera tercapai cita-cita Muslim Kuasai Media.

Gerakan Sejuta Umat Gotong Royong Untuk Media

gerakan-sejuta-umat
Media mainstream di Indonesia saat ini, baik yang elektronik, cetak maupun online, pola dan perilaku pemberitaannya dinilai kian hari kian meresahkan umat Islam.Umat Islam sering kali “didzalimi” lewat aneka bombardir pemberitaan negatif yang merugikan. Lewat framing culas, adu domba, berita tidak berimbang, tidak cover bothside, serta aneka trik kotor lainnya… yang ujung-ujungnya merugikan umat dan mengancam keutuhan kerukunan beragama.

Ironis memang, umat Islam yang menjadi mayoritas di negeri ini, justru menjadi minoritas dalam kepemilikan media. Umat Islam hampir-hampir tidak memiliki media arus utama yang berpihak pada kepentingan umat.

Oleh karena itu, penting sekali bagi umat Islam untuk mulai membangun media yang memberikan informasi yang baik, adil, dan berimbang sekaligus yang mendidik. Media yang berpihak pada kebenaran dengan etika jurnalisme, berimbang, dan bertanggungjawab. Diharapkan media tersebut nantinya mampu berperan signifikan untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Seorang Netizen, Bapak Ferry Koto (@ferrykoto), menggagas untuk bergotong royong membangun media yang baik seperti harapan yang disampaikan di atas. Jika Anda bersepakat dengan gagasan ini, silakan berikan dukungan permulaan Anda dengan mengisi data diri Anda pada form di bawah ini sebagai langkah awal mendukung gerakan ‪#‎SejutaUmatGotongRoyong4Media‬. Dibutuhkan setidaknya 10.000 dukungan untuk bergotong royong sebagai langkah awal mendirikan media Umat.

KLIK DAN ISI FORM DUKUNGAN*
http://bit.ly/SejutaUmatMendukung

*Data Anda kami jamin kerahasiaannya, dan tidak akan digunakan untuk tujuan lain.

Untuk informasi lebih detail tentang gerakan ini, silahkan follow akun @ferrykoto di twitter. Dan sebagai pengetahuan bersama tentang latar belakang gerakan ini, Anda bisa menyimak kultwit di bawah ini termasuk tanya jawab di dalamnya:

Mohon membantu menyebarkannya. Terima kasih.

Salam,
Iwan Yuliyanto
(Tim Verifikasi Dukungan)
08.07.2016

sumber: https://iwanyuliyanto.co/2016/07/08/gerakan-sejuta-umat-gotong-royong-untuk-media/

Detik-detik Gerhana Matahari Total 2016

Rabu (09/03), usai melaksanakan sholat gerhana di masjid, pagi hari langsung ‘stand by’ di depan rumah dengan hanya bermodalkan kamera Canon 1000D, lensa kit 18/55mm, filter Kenko 58mm UV dan tak ketinggalan film X-Ray (hasil rontgen) 😀

Alhamdulillah berhasil mengabadikan fenomena alam yang hanya terjadi lebih dari 30 tahun sekali.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah,” (HR. Al Bukhari)

”Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalatlah,” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar mengatakan, ”Yang sesuai dengan ajaran Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah mengerjakan shalat gerhana di masjid. Seandainya tidak demikian, tentu shalat tersebut lebih tepat dilaksanakan di tanah lapang agar nanti lebih mudah melihat berakhirnya gerhana.” (Fathul Bari)

Untuk foto-foto lengkapnya silahkan klik: on.fb.me/1R5sO14

IMG_6726

HANYA ADA SATU YANG TETAP DALAM PERUBAHAN, YAITU PERUBAHAN ITU SENDIRI

Bergerak adalah tanda utama dari kehidupan (Al harokatu `alamatul hayaah). Bumi, matahari, bulan, dan bintang semuanya bergerak teratur dalam garis edarnya. Awan di angkasa, gelombang di samudra, angin di celah lembah begerak seirama putaran semesta. Binatang di hutan, ikan di lautan dan burung di angkasa bergerak dalam lingkaran takdirnya. Bahkan gunung yang kita sangka diam pun ternyata bergerak laksana bergeraknya awan, demikian kata Allah dalam QS An-Naml ayat 88.

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka Dia tetap di tempatnya, Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan “ (QS An-Naml : 88)

Berhenti Bergerak Berarti Mati !
Bergerak sama artinya dengan berubah. Berubah dari satu putaran ke putaran yang lain, berubah dari satu bentuk ke bentuk yang lain, berubah dari satu posisi ke posisi yang lain, berubah dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Semua berubah kecuali perubahan itu sendiri. Wa tilkal ayyaam nudaawiluha bainannaas, dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antara manusia, demikian kata Allah dalam QS Ali Imran ayat 140.

Enggan Berubah Berarti Menunggu Mati !
Perubahan adalah salah satu rahasia di balik kekuatan alam yang maha dahsyat. Ledakan bom nuklir dan aliran jutaan mega watt listrik adalah salah satu diantara rahasia kekuatan energi alam yang berhasil dibuat oleh manusia karena memahami perubahan energi, yang berawal dari penemuan hukum bahwa energi tidak bisa diciptakan dan dimusnahkan, hanya bisa diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain.

Perubahan adalah pangkal dari perbaikan nasib. Nasib yang sudah ditetapkan untuk kita bisa dirubah dengan melakukan perubahan. Allah Sang Pemilik Perubahan telah menetapkan hukum perubahan kepada perubahan itu sendiri.

“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri ” (QS Ar-Ra’d : 11)

Jadi sebenarnya kita tidak bisa melawan perubahan, karena perubahan itu sendiri lebih kuat dari tenaga kita dan lebih panjang usianya dari usia kita. Maka langkah cerdas yang bisa kita lakukan adalah memanage perubahan. We cannot direct the wind but we can adjust our sails, demikian sebuah kata bijak mengatakan.

Kita sekarang berada dalam empat zaman yang terjadi secara bersamaan: zaman globalisasi ekonomi, zaman teknologi informasi, zaman strategic quality management, dan zaman revolusi manajemen.
Dari pengalaman umat manusia di masa lalu, dalam mengalami satu zaman saja, misalnya Revolusi Industri, dampak perubahan zaman terhadap kehidupan masyarakat sudah tidak terperikan dahsyatnya. Dapat kita bayangkan bagaimana dahsyatnya perubahan zaman terhadap kehidupan yang sekarang sedang dialami oleh masyarakat dengan terjadinya sekaligus empat zaman. Maka kita dituntut untuk selalu meningkatkan kemampuan untuk beradaptasi mengikuti irama perubahan yang konstan, pesat, serentak, radikal dan pervasif (Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen, Mulyadi & Johny Setyawan, Aditya Media, Yogyakarta, 1999)

Contoh masyarakat yang tidak siap dengan perubahan adalah Bani Israil pasca kepemimpinan Musa AS, mereka tidak siap dengan perubahan struktural ketika terjadi suksesi kepemimpinan karena orang yang diangkat menjadi pimpinan mereka adalah orang baru di luar perhitungan mereka sebelumnya.

“Nabi mereka mengatakan kepada mereka ” Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu “. Mereka menjawab : bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang banyak ? (Nabi mereka) berkata : Sesungguhnya Allah telah memilihnya menjadi rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa “.
Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui ” (QS Al Baqarah : 247). (Yogi Safril)