Komunitas Motor Serukan Hapuskan Ego

PERILAKU para pengemudi kendaraan bermotor di jalan raya kerap jadi pergunjingan di masyarakat. Para pengguna kendaraan pribadi maupun angkutan umum ada yang mengusik kenyamanan berlalu lintas jalan. Bahkan, tak mustahil berujung pada kecelakaan di jalan.

Topik tersebut juga mencuat dalam kopi darat keliling (Kopdarling) Road Safety Association (RSA) Indonesia di ajang kopdar gabungan Forum Komunikasi Byson Jakarta (FKBJ). Ajang berbagi pengalaman dan pengetahuan itu digelar di tempat kopdar klub byson Jabric atau Jakarta Byson Rider Club, di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/3/2014) malam.

Tak pelak, puluhan para penunggang sepeda motor Byson yang datang dari berbagai sudut Jakarta melontarkan pemikiran, kritik, hingga masukan. Perbincangan bergulir. Tanya jawab mengalir.

“Bagaimana menyikapi perilaku pengendara yang tidak tertib dan mengganggu kita?” Tanya Rizki, penunggang kuda besi Byson dari Cileduk.

Dia memberi contoh, ada pengguna mobil angkutan yang ugal-ugalan. Perilaku pengemudi itu bisa mencelakakan pengguna jalan.

kopdarling-jabric_lucky

RSA Indonesia yang hadir cukup lengkap pada malam itu menitikberatkan pada pengelolaan emosi. Menghadapi ulah “provokator” di jalan raya salah satu jurus yang bisa dipakai adalah dengan tidak terpancing menjadi emosional. Maklum, sikap emosional bisa merusak konsentrasi saat berkendara. Kalau sudah begitu, bisa jadi menggoda sang petaka jalan raya hadir di tengah-tengah kita.

“Memang sulit mengelola emosi. Tapi, gak perlu meladeni provokasi karena bisa berujung negatif,” kata bro Nursal, kepala divisi Litbang RSA Indonesia yang juga penunggang Byson.

Sekadar menyegarkan ingatan kita, perilaku tidak tertib menyumbang 42% kecelakaan di jalan raya. Khusus di Jakarta, pada 2013, rata-rata satu pesepeda motor tewas akibat kecelakaan di jalan.

Perbincangan sambil duduk melingkar di pelataran parkir malam itu juga menyoroti pentingnya peran negara melindungi nasib pengguna jalan. Perundangan yang berlaku saat ini menempatkan negara sebagai penanggung jawab keselamatan jalan. Pada bagian lain, para pengguna jalan juga mutlak memproteksi dirinya dari kemungkinan risiko ditabrak atau menabrak. “Kalau gerakan LSM tidak didukung peran pemerintah dan petugas dalam menegakan disiplin, percuma saja. LSM kan tidak bisa menilang,” sergah bro Ifan yang mengaku benci melihat pelawan arah.

Pernyataan sekaligus harapan tadi mencerminkan bahwa mustahil berharap seratus persen pada negara dalam memproteksi pengguna jalan. RSA Indonesia selalu menegaskan bahwa warga harus memberdayakan dirinya sendiri. Para pengguna jalan mesti terus meningkatkan keterampilan berkendara, mempelajari aturan yang ada, hingga menunjukan kepedulian dengan sesama pengguna jalan. Ajang seperti kopdarling merupakan salah satu upaya pemberdayaan diri. “Kami butuh wejangan dan masukan mengenai safety riding,” ujar bro Kukuh, ketua umum Jabric.

Pada titik tertentu para pengguna jalan juga harus mampu untuk tidak egois. Sikap mau menang sendiri dengan merampas hak orang lain menjadi pembuka pintu untuk masuknya sang jagal jalan raya. “Buang ego individu jauh-jauh agar selamat. Jangan terpancing emosi,” tukas bro Iwan, salah seorang peserta kopdarling.

Egoisme dan perilaku tak sudi antre menjadi pendorong mentalitas jalan pintas. Jadilah menerobos lampu merah, melibas bahu jalan, merangsek trotoar, busway, hingga melawan arus kendaraan. Padahal, perilaku-perilaku tersebut bisa memicu terjadinya gesekan sosial hingga kecelakaan di jalan. Jakarta punya segudang contoh soal itu. Bahkan, tiap hari, tiga orang tewas akibat kecelakaan di jalan. Sekalipun, fatalitas kecelakaan yang menimpa pesepeda motor anjlok 28% pada 2013 jika dibanding setahun sebelumnya.

Kopdarling RSA Indonesia bergulir setiap bulan. Lokasi ajang akar rumput itu berpindah-pindah. Umumnya masuk ke kantong-kantong komunitas pengguna kendaraan bermotor. (edo rusyanto)

sumber:  http://rsa.or.id/komunitas-motor-serukan-penghapusan-ego/

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s