Perenungan Korban Kecelakaan Lalu lintas Dunia di Car Free Day

World Day of Remembrance for Road Traffic Victims adalah sebuah acara untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas jalan, yang berawal dari inisiasi rekan-rekan dari European Federation of Road Traffic Victims (FEVR) pada tahun 1995 bergulir menjadi program internasional yang di peringati setiap tahunnya.

Road Safety Association (RSA) Indonesia yang juga menjadi anggota aliansi LSM Keselamatan Jalan Dunia, kembali mengadakan perenungan bersama di area Car Free Day Jakarta bersama Koalisi Pejalan Kaki yang dipunggawai Alfred, pegiat pejalan kaki yang juga inisiator Car Free Day di Indonesia.

Acara diawali dengan mengheningkan cipta sebagai perenungan terhadap para korban kecelakaan lalu lintas jalan di dunia yang dipimpin Alfred.

“Aksi hari ini untuk menggugah kesadaran kita akan pentingnya keselamatan di jalan, aman dan selamat itu penting,”ujar Ivan, Ketua Umum RSA Indonesia membuka acara.

“Korban jiwa berjatuhan tiap hari di jalanan negeri ini, para pelaku kecelakaan bisa saja menjadi pelaku kriminal jalan raya apalagi hingga mengakibatkan hilangnya nyawa. Say no to road crime!”, sergah Nursal, Sekjen RSA Indonesia.

Dalam kesempatan lain, Dessy, seorang peserta None dari Kepulauan Seribu yang berbagi panggung dengan RSA Indonesia mengatakan,”bagi saya keselamatan di jalan itu penting. Karena kita pergi seringkali meninggalkan keluarga di rumah. Pastinya keluarga di rumah akan menunggu kita pulang dengan selamat.”

“Kecelakaan bisa dihindari. Jangan bilang kecelakaan itu takdir! Karena kita bisa mencegahnya. Selalu tertib aturan, patuhi himbauan petugas, dan saling menghargai sesama pengguna jalan,”sergah Agus dari komunitas HOC.

Selama 2011-2015 sebanyak 800.000 orang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan, mulai dari korban luka ringan, luka berat hingga meninggal dunia. Angka 73 jiwa tewas setiap hari lantaran kecelakaan lalu lintas jalan sudah sepatutnya menjadi perhatian pemerintah secara khusus.

“Jika pemerintah sangat responsif terhadap kasus terorisme dan narkoba, bahkan dibentuk badan-badan khusus yang menangani dua kasus tersebut, mengapa tidak dilakukan hal yang sama buat keselamatan jalan?,” tanya Nursal.

“Aksi hari ini tidak cukup menyadarkan masyarakat saja. Kami juga meminta pemerintah untuk menyediakan sarana transportasi umum yang memadai. Juga penegakan hukum lalu lintas jalan yang lebih tegas, konsisten, transparan, kredibel dan tidak pandang bulu,”ujar Ivan.

“Tidak lupa meminta adanya sinergitas yang lebih solid antar pemangku kebijakan keselamatan jalan di negeri ini,”katanya lagi.

Aksi yang diadakan di kawasan Car Free Day tepatnya di mulut jalan Teluk Betung, MH. Thamrin ini cukup menarik perhatian masyarakat. Beragam kalangan turut menyimak, mulai dari yang sedang berolahraga, anggota komunitas otomotif, pesepeda kayuh, hingga kalangan akademisi. Aksi “long march” pun sempat dilaksanakan atas permintaan masyarakat yang hadir. Long march yang membentangkan spanduk bertuliskan “World Day of Remembrance for Road Traffic Victims, It’s Time to Remember – Say No to Road Crime” ini mengambil rute mulai dari lokasi acara menuju bundaran HI dan kembali lagi ke lokasi acara.

Sebelumnya, aksi serupa untuk mengenang para korban kecelakaan lalu lintas dunia sudah dilaksanakan RSA Indonesia pada Sabtu (14/11) bersama komunitas MTRI di kawasan Cibogo, Puncak, Jawa Barat. (luckysubiakto)

image

image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s