Syiar @RSAIndonesia Di @SocMedFest 2013

sosmedSEMARAK festival sudah mulai terasa sejak di lantai bawah gedung FX Senayan, Jakarta. Ratusan orang dengan beragam latar belakang komunitas tumpah ruah. Mereka saling berinteraksi dan berkolaborasi dalam ajang berbalut Social Media Festival yang digelar pada 12-13 Oktober 2013.

Tim Road Safety Association (RSA) berkolaborasi dengan sejumlah komunitas dalam sebuah talkshow pada Sabtu (12/10/2013) malam. Ajang bincang-bincang kedua jatuh sehari kemudian, Minggu (13/10/2013). Hanya saja, untuk yang kedua kali itu, mendapat slot pada siang hari, yakni pukul 12.00-13.00 WIB.

Syiar dalam talkshow kedua itu, RSA berkolaborasi dengan komunitas Nebengers, yakni komunitas berbagi jalan dan kendaraan. Esensi Nebengers senafas dengan RSA, mengajak para pengguna jalan untuk berbagi. “Kami menyebutnya, jalan berbagi kendaraan dan kendaraan berbagi penumpang,” kata Andreas, salah satu pendiri komunitas tersebut, saat memandu talkshow, Minggu siang.

Medium festival yang sarat dengan acara, termasuk hiburan, menjadi ajang yang dipilih RSA untuk menyebarluaskan kesadaran berkendara yang aman dan selamat. Selain lewat talkshow dan banner, salah satu jurus yang penting adalah menjaring dengan survey. “Dalam sehari sudah ludes 100-an kuesioner yang diisi oleh para pengunjung festival,” ujar Dest, humas RSA yang menjaga stand RSA sepanjang Sabtu dan Minggu.

Sementara itu, dalam talkshow yang berlangsung selama satu jam, Nursal, kepala litbang RSA yang tampil pada Minggu, menyampaikan soal realita yang dihadapi oleh Indonesia. Fakta bahwa setiap hari 80-an anak negeri yang tewas bergelimpangan di jalan. Selain itu, dipaparkan juga bagaimana peliknya kesadaran pengguna jalan untuk tertib ketika berkendara. “Faktor manusia merupakan penyebab utama kecelakaan di jalan. Sedangkan di dalam faktor manusia yang paling dominan adalah berkendara tidak tertib,” sergah dia.

Talkshow yang digelar di lantai tiga gedung FX Senayan, cukup memikat para pengunjung. Seluruh bangku yang tersedia, sekitar dua puluhan kursi, habis terpakai dan sebagian pengunjung terpaksa berdiri sambil menyimak. Sejumlah pertanyaan dan keluhan soal dinamika berkendara di jalan pun bermunculan. Salah satunya, “Saya pernah berkelahi dengan pesepeda motor gara-gara ada pesepeda motor yang melintas di trotoar. Tapi, yang berkelahi dengan saya justeru pesepeda motor lain yang membela pesepeda motor yang naik trotoar. Kenapa begitu yah?”

Realitas di Jakarta dan tentu di sejumlah kota-kota lain di Indonesia, pesepeda motor melintas di trotoar hanya demi mencari jalan pintas. Ingin cepat tiba di tujuan karena enggan antre di dalam kemacetan arus lalu lintas jalan yang ada. Padahal, pesepeda motor yang melintas di trotoar itu, merampas hak pejalan kaki. Selain berisiko bagi dirinya, juga berisiko mencederai orang lain. Di sinilah butuh kesadaran dari para pengguna jalan untuk pentingnya berkendara yang aman dan selamat.  (edo rusyanto)

sumber: www.rsa.or.id

foto: coffeisme.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s