Selamatkan Pejalan Kaki!

pedestrians rsa bundaran senayan

PADATNYA kendaraan di Jakarta menjadi santapan sehari-hari. Pada hari-hari kerja, terutama pada pagi dan sore hari, lalu lintas jalan Jakarta tak pernah lepas dari hiruk pikuk. Ribuan, bahkan lebih kendaraan tumpah ruah. Mulai dari roda dua, roda empat, hingga lebih dari empat.

Sejumlah pengurus dan relawan Road Safety Association (RSA) Indonesia, berkumpul di Bundaran Senayan. Satu per satu berdatangan. Maklum, di Bundaran Senayan itulah aksi save pedestrians RSA dimulai. Senin itu, RSA bergerak di tiga titik. Selain Bundaran Senayan, Jakarta Selatan, kami memilih perempatan Matraman, Jakarta Timur dan Tugu Tani, Jakarta Pusat. Waktunya bergantian. Di masing-masing titik dialokasikan waktu satu hingga dua jam.

 

 

 

pedestrian orasi citra

Saya sempat ditanya wartawati Kompas, “Kenapa memilih isu soal keselamatan pejalan kaki?”
Sontak saya sebutkan bahwa RSA bergerak di bidang keselamatan jalan. Karena itu, seluruh aspek terkait pengguna jalan menjadi perhatian kami. Soal pejalan kaki, kami melihat bahwa kelompok ini merupakan salah satu pengguna jalan yang rentan terjebak kecelakaan lalu lintas jalan. Di Indonesia, 18 pejalan kaki tewas tiap hari menjadi korban kecelakaan. Bahkan, di dunia, menurut data World Health Organization (WHO), tiap hari, sekitar 700-an pejalan kaki tewas.

Bagi saya, Indonesia harus bertindak. Melindungi kelompok yang rentan kecelakaan di jalan, seperti pejalan kaki, pesepeda kayuh, dan pesepeda motor.

RSA mengajak seluruh pengguna jalan untuk lebih peduli dengan keselamatan sesama pengguna jalan. Termasuk, para pejalan kaki tetap berperilaku yang aman dan selamat. Menyeberang pada tempatnya.

Sedangkan, negara wajib memberi rasa aman dan selamat bagi seluruh pengguna jalan. Menyediakan trotoar jalan yang aman. Menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan terjangkau. Indonesia harus berbuat. Cukup sudah 80-an jiwa tewas sia-sia setiap hari.

pedestrian foto bareng

Karena itu, pada 2013, khususnya pada Mei, RSA menggelar aksi ‘Selamatkan Pejalan Kaki’ yang dimulai Senin, 6 Mei 2013. Aksi damai itu bakal digelar di beberapa kota sepanjang 6-12 Mei 2013. Kota-kota itu mencakup Jakarta, Bandung, Subang, Jogjakarta, Padang, dan Palembang.

Di Jakarta, aksi damai berupa teatrikal, penyebaran flyer, stiker, dan bentang spanduk. Ternyata respons kalangan media massa dan para relawan cukup bagus. Metro Tv menyebut sebagai sebuah Aksi Simpatik Selamatkan Pejalan KakiKompas online bahkan mengajakagar semua menghormati pejalan kaki. Sedangkan kantor berita Antara menyerukan untuk menyelamatkan pejalan kaki. Sementara itu, merdeka.com memberitakan lewat foto yang apik aksi kali ini.

pedesetrian spanduk pejalan tugu tani

Aksi ini bagian dari program keselamatan jalan di seluruh dunia, Global Road Safety Week (GRSW) yang pada 2013 bertajuk Pejalan Kaki. Di Jakarta, puncaknya bakal digelar dalam ajang car free day (CFD) pada Minggu (12/5/2013) pagi. Ada yang berminat gabung? (edo rusyanto)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s