Dari Patani Untuk Indonesia

Gerakan #IndonesiaTanpaJIL kembali gelar acara di Sekretariatnya, Jln. Utan Kayu 68B, kali ini berupa Forum Silaturahim #IndonesiaTanpaJIL dengan saudara-saudara muslim dari Patani, Thailand dan muslim dari Malaysia. Acara dimulai pukul 13.00wib. Forum kali ini digunakan selain sebagai sarana menjalin dan memperat tali silaturahim antar muslim 3 negara juga digunakan sebagai wadah berbagi pengalaman dan kisa duka khususnya yang dialami warga muslim Patani di Thailand Selatan.

Diutarakan oleh saudara Hasan bin M. Toha (muslim Patani)  bahwa betapa tersiksanya warga muslim di Patani yang disebabkan oleh penindasan dan pembantaian oleh kerajaan Siam atau Thailand, dimana mereka dikebiri agar tidak bisa beribadah, bahkan dari hal sesederhana seperti penggunaan nama muslim, pakaian muslim pun dilarang disana. Bahkan di tahun 2004 saat bulan Ramadhan terjadi pembantaian muslim di satu mesjid yang bernama Mesjid Gersik, mesjid tertua di Asia Tenggara. Korban tewas yang tercatat saat itu sebanyak 78 orang, belum termasuk yang dihilangkan dengan sengaja dan ratusan korban luka-luka. Mungkin kita masih ingat saat tragedi Rohingya di Myanmar terjadi sempat beredar foto-foto korban pembantaian yang ternyata hoax karena sebenarnya foto itu adalah foto korban-korban pembantaian muslim di Patani.

Banyak kisah duka yang diceritakan Hasan, sampai peserta pun speechless mendengarnya. Peristiwa pembantaian ini ditutup-tutupi oleh Pemerintah Thailand bahkan media-media disana dilarang untuk memberitakannya. Warga Thailand di daerah lainnya pun tidak paham akan kejadian ini yang sebenarnya, mereka hanya tahu bahwa daerah Patani adalah daerah konflik, daerah yang tidak aman, daerah kediaman teroris-teroris Islam, demikian pencitraan buruk yang dibentuk media setempat dan didukung Pemerintah setempat.

Namun warga muslim Patani yang saat ini berjumlah sekitar 2 juta orang masih tetap ada dan bangkit melawan. Perlawanan terhadap penindasan ini dilakukan selain dari perjuangan secara fisik juga dengan membentengi keimanan dan aqidah muslim Patani lewat pendidikan-pendidikan Pondok-Pondok setempat (Pondok = Pesantren).

Sama seperti di Indonesia, kalau ada konflik pasti selalu digunakan oleh pihak barat untuk mengintervensi dengan dalih atas nama kemanusiaan namun mereka membawa paham seperti sekulerisme dan liberalisme, begitu juga yang terjadi di Patani saat ini. Banyak organisasi barat dengan dana yang besar mencoba merasuki generasi muda muslim Patani dengan agenda-agenda sekular dan liberal. Disinilah kiranya #IndonesiaTanpaJIL dapat membagikan pengalamannya untuk melawan paham Sepilis yang sedang digemborkan di Patani sana.

Sebagai catatan, Patani berlokasi di Thailand Selatan, memiliki jarak sekitar 1000km dari ibukota Thailand, Bangkok. Di Patani menggunakan bahasa Melayu namun dalam komunikasi tertulis mereka menggunakan huruf Arab. Patani sebenarnya memiliki kultur Melayu, karena secara geografis lebih dekat ke Malaysia. Lebih lanjut tentang pergerakan muslim Patani dapat dibaca di blog : http://amanpattani.blogspot.com/

Pada sesi lain, saudara muslim dari Malaysia juga menyampaikan bahwa di Malaysia juga sudah ada paham liberal dalam Islam. Sama seperti gerakan #IndonesiaTanpaJIL di Malaysia gerakan ini bernama ABABIL kepanjangan dari Angkatan Bertindak Banteras Islam Liberal bisa dilihat di http://ababil.wordpress.com

Dari sekian kisah duka yang dialami muslim Patani, kita selaku muslim di Indonesia sudah seharusnya membantu mereka bahkan harus lebih dari sekedar doa. “Apapun bentuk bantuannya tidak perlu besar dan banyak, asalkan konsisten dan militan,” demikian yang disampaikan Ustad Herry Nurdi.

Jadi bagi kita, siapkah membantu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s