Berkumpulnya Ruh-Ruh Pejuang #IndonesiaTanpaJIL

Sebuah sunatullah, jika ruh-ruh para pejuang pasti akan bersatu, proses bersatunya biasanya memakan waktu, namun terkadang hanya dalam waktu singkat mereka telah menemukan sebuah panggilan yang telah menyatukan ruh-ruh mereka.

Ahad, 9 September 2012 menjadi hari yang bersejarah buat pergerakan #IndonesiaTanpaJIL, mengapa bersejarah? Karena sepengetahuan saya, inilah pertama kalinya silaturahim digelar #IndonesiaTanpaJIL yang mempertemukan tidak kurang 100 aktifis #IndonesiaTanpaJIL dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Cikarang dan bahkan Bandung.

Bersejarah karena lokasi sekretariat pusat #IndonesiaTanpaJIL berada di kawasan Utan Kayu. Selama ini kawasan Utan Kayu identik dengan Islam liberal karena adanya aktivitas Komunitas Utan Kayu (KUK) yang kerap menjadi pusat kegiatan orang-orang Jaringan Islam Liberal (JIL). Sekretariat Pusat #IndonesiaTanpaJIL berlokasi tepat di seberang KUK, mengambil tempat di sebuah rumah milik Fauzi Baadilla, aktor yang juga salah seorang pendukung utama #IndonesiaTanpaJIL. Bersejarah juga karena pada hari tersebut, diresmikannya Jln. Utan Kayu No. 68B sebagai sekretariat pusat #IndonesiaTanpaJIL.

Bersejarah berikutnya, dalam Halal Bihalal ini, hadir sastrawan senior Taufiq Ismail dan ustadz Herry Nurdi, Akmal Sjafril nama-nama yang sudah dikenal dalam dunia sastra, dakwah dan pergerakan Islam. Dan tentu saja sebagai tuan rumah, shahibul bait, Fauzi Baadilla, yang mengawal acara dari awal hingga selesai.

Jalannya acaranya terasa lebih khidmat saat Bapak Taufiq Ismail membaca puisinya yang  bertajuk “Pohon, Sungai dan Gunung” yang isinya mengkritisi paham pluralisme namun dibacakan dari sisi filosofis. “Tidak Ada Pohon yang sama tinggi, Tidak Ada Sungai yang sama panjang, Tidak Ada gunung yang sama besar” demikian kira-kira kutipan puisi yang dibacakan.

Turut hadir pula penulis buku “Islam Liberal 101”, Akmal Sjafril yang memberikan flashback penentangannya terhadap pemikiran Islam liberal melalui media sosial Twitter. “Pergerakan ini didasarkan kekhawatiran pemikiran yang disebar kalangan Islam liberal. #IndonesiaTanpaJIL, kita bergerak dari keimanan dan ketauhidan kita. Ini modal utama kita. Uang tidak akan berguna di tangan orang yang pemalas dan pengecut” tukas Akmal.

Acara Halal bihalal yang dimulai bada Zhuhur tersebut berakhir tepat sebelum waktu Ashar tiba. Selepas bersholat jamaah di mesjid di dekat lokasi, acara dilanjut dengan perkenalan antar peserta dan diskusi seputar aktifitas #IndonesiaTanpaJIL. Banyak ide dan gagasan dari rekan-rekan. Ide murni yang berangkat dari keIslaman dan keImanan. Tetap istiqomah dalam berjuang dan wujudkan negara #IndonesiaTanpaJIL.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s