Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati. Demikian ungkapan yang sering kita dengar dalam dunia kesehatan. Mengapa? karena sehat betapa mahal harganya. Jika kita sakit, pasti mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Lalu apakah kita bisa melakukan pencegahan agar kita tetap sehat dan tidak terserang penyakit? Jawabannya pasti BISA, dengan gaya hidup sehat, makanan dan minuman yang sehat, olahraga secara rutin, waktu istirahat dan bekerja yang teratur dan banyak lagi cara agar tubuh kita tetap sehat.

Lalu apa hubungan antara foto-foto diatas dengan dunia kesehatan? Coba simak berita-berita berikut ini :

Pengawasan Angkutan Umum Diperketat
DPR Minta Audit Kelayakan Angkutan Umum
Marak Lakalantas, Angkutan Umum Dirazia

Dan masih banyak lagi berita-berita terkait pengawasan terhadap kondisi transportasi publik atau angkutan umum setelah maraknya kecelakaan yang terjadi. Semua pihak melakukan pengawasan, pembenahan, audit, razia terhadap angkutan umum setelah banyak kecelakaan terjadi dan meminta korban nyawa yang tidak sedikit. Padahal sudah ada regulasi yang mengatur angkutan umum. Mulai dari pendirian perusahaan otobus, penerbitan izin trayek, pengawasan kelayakan jalan armada, uji KIR, penerbitan surat izin mengemudi, pengawasan supir, yang pastinya sudah diketahui dan dipahami oleh semua pihak terkait seperti pengusaha angkutan umum, pengelola angkutan umum, organda, dinas perhubungan dan juga kepolisian.

Terhenyak, membaca  kisah nyata seputar uji kelayakan angkutan umum seperti tertuang dalam berita ini :

Pengalaman Uji KIR, Lorong Gelap Sebuah Uji Kelayakan

Pada akhir artikel diatas, tercantum sebagai berikut :

“Lorong gelap uji KIR”, Apakah itu penyebab ratusan orang tak bersalah meregang nyawa dijalan-jalan negeri akhir-akhir ini ?, saya tak mengerti karena saya hanya menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana proses pengujian yang saya alami dulu sekian tahun lamanya di tempat yang mestinya menjaga keselamatan seluruh anak bangsa dari bahaya kendaraan yang tak laik jalan.

Betapa harga yang sangat mahal dan bisa dibilang tidak ternilai harganya yang harus dibayar dari sebuah kecelakaan angkutan umum. Betapa harga nyawa masyarakat pengguna angkutan umum seakan begitu murah di hadapan “perut” oknum-oknum bermental korup yang menjalankan sistem yang korup pula. Regulasi sudah ada dan jelas, andai itu dijalankan secara jujur, konsisten dan benar.

Sampai kapan bangsa ini hanya bisa mengobati tanpa bisa melakukan pencegahan?
Bisakah bangsa ini menjadi bangsa yang antisipatif?

Semoga saja pertanyaan ini dapat terjawab tanpa harus menunggu banyak korban jatuh lagi di negeri ini. (Lucky)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s