Talkshow i-Radio dgn Ditlantas

jadi inget dulu waktu RSA on air di i-Radio…
 
masih ingatkah i-Radio? kok gak ada undangan masuk yah…setidaknya kita bisa mewakili dari pihak pengguna jalan….
 
apa karena kita bukan artis seperti Delon?
atau karena kita bukan penegak hukum?
 
PR bersama buat RSA…

=============================
http://www.jalanraya.net/
Wednesday, 12 November 2008

Rabu (12/11) kembali pihak Ditlantas melakukan penyuluhan seputar ‘Road Safety’ dan kali ini melalui media radio. Pada talkshow Warung Uneg-Uneg i-Radio kali ini mengambil tajuk “Tertib ber-Lalu Lintas”, hadir sebagai pembicara Bp. AKBP Chrysnanda selaku Kasubdit Dikyasa Polda Metro Jaya ditemani bintang tamu Delon dan penyiar reguler i-Radio Putri Soehendro yang kali ini ditemani Sandy Andarusman. Topik ini terbilang dekat dengan keseharian pengguna jalan baik mereka pengendara motor, mobil, busway bahkan pejalan kaki. Tak heran banyak acungan tangan muncul hendak menyampaikan pendapat, protes bahkan saran dan anjuran ketika pembawa acara membuka forum tanya jawab. AKBP Chrysnanda membuka informasi mengenai apa sebenarnya konsep Polisi dalam pekerjaan sehari-harinya, konsep itu sendiri tak lain bahwa Polisi hadir sebagai mitra masyarakat sekaligus merawat kehidupannya agar senantiasa masyarakat bisa ber aktifitas dengan aman dan nyaman.

Tahukah kita bahwa kebutuhan perangkat kePolisian saat ini mencapai perbandingan 1 polisi untuk 1500-2000 orang, sementara jika dihitung dari sisi yang ideal 1 polisi sudah cukup menangani 500 orang saja. Terbayang bagaimana sibuknya Polisi yang bertugas sementara kita sebagi pengguna jalan cukup sering menghujat korps berseragam tersebut. Melalui pembicaraan yang simpatik, AKBP Chrysnanda yang hadir beserta seluruh staf nya berusaha merubah imej korps KePolisian agar bisa lebih diterima masyarakat agar sama-sama dapat berjalan di koridor yang sesuai untuk mewujudkan aman dan tertib berlalu lintas.

Di lain pihak, lembaga YLKI pernah mengeluarkan catatan tentang kecelakaan bahwa setiap hari nya selalu saja ada sembilan orang berakhir cacat dan tiga berakhir dengan kematian dalam satu hari. Data mengerikan dan siapa lagi jika bukan kita sendiri yang harus merubahnya. Kini e-enformcement coba diterapkan jajaran Kepolisian, bekerja sama dengan pihak lain untuk sama-sama membangun kepedulian. Pak Chrysnanda juga menambahkan celotehan bahwa jangan lah kita mengharapkan Polisi sehat kalau masyarakat sendiri masih sakit.

Pada forum yang mengambil tempat di McDonald Cikini Rabu pagi, sepertinya masih banyak mis-informasi soal tugas-tugas Polisi. Penjabaran peraturan tidak hanya milik Polisi karena muaranya justru terletak pada keputusan yang diambil oleh Pemerintah, DPR hingga Departemen Perhubungan dimana semuanya menjadi rantai yang utuh dalam pemberian peraturan kepada masyarakat. Bagaimana jika banyak Polisi yang melakukan pelanggaran seperti yang banyak terjadi dan sering terlihat oleh masyarakat ? Jangan sungkan untuk mengadukan segala keluhan ke nomor singkat SMS ke 1717, bisa juga melalui website http://www.lantas.metro.polri.go.id/ atau email di lantaspmj@yahoo.co.idThis This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it . Di akhir penyuluhan AKBP Chrysnanda mengilustrasikan kisah tentang niat untuk menjadi disiplin. Jika kita tidak mampu merubah dunia, ubahlah untuk merubah bangsa, jika masih terlihat berat coba rubahlah masyarakat, dan jika masih saja berat rubahlah keluarga. Jika semua masih saja tak mampu dilakukan, cobalah rubah diri kita sendiri, siapa tau kita bisa menjadi panutan bagi keluarga atas sikap disiplin diri kita sendiri.
====================