Pakailah Helm Sebelum Terlambat

Anda mungkin bertanya-tanya mengapa isi tulisan kali ini hanya copy paste dari kanal berita online? Alasannya cuma satu, berita yang diturunkan kali ini terkait keselamatan jalan yang menurut pengamatan saya, sangat jarang ditampilkan di beberapa kanal berita online. Bagaimana berita tersebut, langsung saja simak dibawah ini. Perlu dicatat, artikel ini tidak berbayar :) 

 

Pakailah Helm Sebelum Terlambat

dr. Harmantya Mahadhipta
11/08/2009 09:57 | Keamanan Berkendara
Liputan6.com, Jakarta: Berapapun usia Anda, bagaimanapun pengalaman berkendara Anda, kapanpun Anda mengendarai sepeda, sepatu roda, ski, motor atau apapun aktivitas Anda yang berisiko mengakibatkan cedera, pemakaian helm sangat dianjurkan. Anak berusia dibawah 12 tahun pun dianjurkan memakai helm ketika dia bermain seluncuran. Helm sebaiknya digunakan di setiap perjalanan, tidak peduli jauh-dekat perjalanan Anda, karena banyak juga kecelakaan yang terjadi di sekitar rumah.

Kenapa kita harus memakai helm?
Luka potong, robek, memar, bahkan tulang yang patah dapat sembuh sejalan dengan waktu. Namun, kerusakan pada otak dapat menjadi kerusakan permanen. Terjatuh pada kecepatan rendah, juga dapat menyebabkan cedera kepala yang serius. Cedera kepala yang berbahaya dapat dicegah dengan penggunaan helm.

Bagaimana helm melindungi kita?
Ketika kecelakaan seperti jatuh atau tabrakan terjadi, helm dapat mengurangi kekuatan tabrakan yang terjadi secara langsung di kepala. Busa plastik tebal (firm polystyrene) yang berada di dalam bagian yang keras berfungsi sebagai bantalan kepala. Sebaiknya sebuah helm diganti setelah terjadi tabrakan.

Helm sepeda
Setiap tahun di Amerika, kecelakaan yang berkaitan dengan sepeda membunuh sekitar 900 orang dan mencederai sekitar 567.000 orang lainnya. Walaupun banyak dari pengendara sepeda yang menggunakan helm, hanya sebagian dari 80 juta pengendara sepeda yang mengenakannya setiap mereka mengendarai sepeda. Sekitar tiga persen di antaranya tidak pernah memakai helm. Pemakaian helm dapat mengurangi risiko cedera kepala serius dan kerusakan otak hingga 85 persen.

Memilih helm yang tepat
Banyak toko-toko yang menawarkan helm dengan bentuk dan harga yang bervariasi. Pastikan Anda memilih helm standar sesuai kriteria Consumer Product Safety Commission atau The Snell Memorial Foundation. Lakukan percobaan ketika hendak membeli helm, dan pilihlah helm dengan ukuran dan kenyamanan yang tepat. Sebuah helm sebaiknya:

- Pas. Ukuran helm tidak terlalu sempit atau longgar, sehingga tidak dapat bergeser dari satu sisi kesisi lainnya atau dari depan ke belakang.
- Datar. Membentuk persegi dibagian atas wajah Anda, hingga menutupi daerah kening Anda, dan tidak dapat miring ke segala arah.
- Stabil. Tali pengikat di dagu berfungsi agar helm dapat tetap pada posisi yang benar dan tidak bergeser. Tali pengikat sebaiknya selalu dalam kondisi yang baik, gantilah apabila terjadi kerusakan. Kalau tidak, helm dapat tetap terlepas ketika terjadi kecelakaan.

Helm Anda sebaiknya licin dan bundar. Pilihlah helm yang dapat terlihat oleh pengendara sepeda lain. Banyak helm yang memiliki ventilasi, bobot yang ringan, dan memiliki variasi warna yang banyak.

Helm dan anak-anak
Anak kecil memiliki risiko tinggi mengalami cedera kepala karena mereka memiliki proporsi kepala yang yang lebih besar dari tubuhnya bila dibandingkan orang dewasa. Selain itu, sistem koordinasi mereka pun belum berkembang dengan baik. Lebih sulit bagi anak kecil untuk menghindar dari rintangan ketika mereka sedang bermain sepeda, berseluncur, bermain sepatu roda, bermain ski atau aktivitas lainnya. Anak-anak berusia di antara lima hingga 14 tahun memiliki risiko cedera tinggi pada kecelakaan sepeda. Kecelakaan sepeda merupakan penyebab kematian tertinggi pada anak.

Tips agar anak mengerti manfaat dari pentingnya pemakaian helm:
- Ajarkan dengan memberikan contoh. Selalu kenakan helm Anda ketika berolahraga yang memiliki risiko tinggi terjadi tabrakan atau benturan.
- Beli helm yang sesuai dengan ukuran anak Anda sekarang, bukan helm dengan ukuran besar yang dapat dipakai ketika ia tumbuh nanti.
- Beli helm sesuai dengan seleranya, karena diharapkan apabila dia menyukai helm pilihannya maka ia akan lebih senang memakainya.

Banyak anak yang senang memakai helm sepeda. Helm sepeda dapat menyelamatkan nyawa dan menghindari cedera. Namun, pada keadaan tertentu pemakaian helm tersebut tidak layak. Sebaiknya anak-anak tidak memakai helm ketika dia sedang memanjat pohon atau bermain di taman bermain. Helm tersebut dapat tersangkut di pohon atau alat permainan dan mencekik anak tersebut. Selain itu, janganlah Anda mengendarai sepeda atau motor sambil membawa anak berusia di bawah satu tahun karena otot leher bayi belum cukup kuat untuk menahan helm.(LUC)

Together We Can Save Millions Of Lives

Data Polisi menyebutkan selama tahun 2011, 86 nyawa meregang karena kecelakaan lalu lintas darat. Angka yang sangat tinggi dan mengkhawatirkan. Bagaimana peran negara dalam hal ini Pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari “pembunuh” nomor dua setelah penyakit jantung ini? Ada atau tidak ada? Silahkan anda cari jawabannya.

Lalu apa tindakan kita agar tidak ikut menyumbang data dalam angka kecelakaan tersebut? Ya, kita selaku pengguna jalan “dipaksa” untuk melindungi dirinya sendiri agar tidak celaka. Banyak cara dapat dilakukan.

Dalam kacamata saya, yang utama adalah mematuhi aturan lalu lintas. Walau konsistensi penegakan hukum di jalan raya masih menjadi pertanyaan besar bagi kita, namun apakah kita punya cukup nyali untuk bertindak disiplin, tertib dan teratur? Polisi saja sering bilang, bahwa 90% kecelakaan diawali dari pelanggaran aturan lalu lintas, nah! 

Selalu menuntut polisi agar selalu tegas dalam menegakkan hukum di jalan, tanpa kita berbuat apa-apa untuk keselamatan diri dan orang lain di jalan raya, Mau begitu? Lalu tunggu apa lagi? Ayo kita berbuat sebisa mungkin apa yang kita bisa lakukan bersama. TOGETHER WE CAN SAVE MILLIONS OF LIVES

Image

Memoles Kegigihan Grup Helm Majelis Rasulullah

HUJAN deras terus mengguyur kawasan Cakung, Jakarta Timur. Satu per satu, anak-anak muda itu berdatangan. Sebagian besar basah terguyur hujan. Maklum, mereka bersepeda motor.
“Sebagian tersendat, terhalang tiba kesini,” papar bro Syamsuri, ketua Gerakan Anak Majelis Rasulullah SAW Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas, saat berbincang dengan saya, di Cakung, Minggu (29/4/2012) siang. Kami berkumpul di Kampung Jembatan RT 12 RW 12 NO.30, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.

Siang itu, kami dari Road Safety Association (RSA) didaulat berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan komunitas yang berangotakan 2.000 orang itu. “Kalau jamaah MR jumlahnya sekitar satu juta di kawasan Jabodetabek,” tutur Syamsuri lagi.
Komunitas Gerakan Anak Majelis Rasulullah saw Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas berisi jamaah MR yang peduli soal ketertiban berkendara. Grup yang juga memanfaatkan jejaring sosial facebook itu, mengajak jamaah tertib saat memarkirkan kendaraan di saat menghadari pertemuan akbar MR. “Relawan kami yang aktif sekitar 30 orang,” tukas Syamsuri.
Bagi kami, kegigihan mereka patut diacungi jempol. Bermodalkan semangat mereka menularkan cara berkendara yang aman dan selamat. Mulai dari memakai helm hingga berupaya mematuhi aturan lalu lintas jalan lainnya. “Saat ini, baru sekitar 60% jamaah yang sudah memakai helm,” kata Syamsuri.

Helm dan Konvoy

Dari RSA hadir bro Rio Octaviano, ketua umum, bro Lucky, kadiv Humas dan bro Edo kadiv Litbang. Kami mengajak Gerakan Anak Majelis Rasulullah saw Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas untuk lebih semangat lagi. Membakar kegigihan mereka dalam berikhtiar menularkan perilaku berkendara yang santun dan tertib.

Fakta menunjukan kecelakaan lalu lintas jalan mayoritas dipicu perilaku berkendara. Cara berkendara yang ugal-ugalan salah satu pemicu utama. Tahun 2011, sedikitnya 31 ribu jiwa tewas akibat kecelakaan. Kabarnya, jiwa mereka mayoritas terenggut akibat luka di kepala.

“Karena itu, penting perlindungan di kepala dengan memakai helm,” sergah bro Lucky.
Helm yang mumpuni, seperti diatur UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), helm yang lulus SNI. Kita tahu, ada dua jenis helm dalam ketentuan regulasi tersebut. “Helm open face dan helm full face,” papar bro Lucky lagi.

Kesadaran memakai helm saat bersepeda motor bisa lahir karena diri sendiri atau lingkungan. “Dulu saya tak memakai helm sebelum masuk Gerakan Anak Majelis Rasulullah saw Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas. Kini sudah memakai helm,” kata bro Sidik salah satu anggota Gerakan Anak Majelis Rasulullah saw Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas.

Dia bercerita tentang pengalamannya. “Saya pernah kecelakaan, jatuh dan terlempar, tubuh luka dan kepala sakit, padahal sudah pakai helm. Bisa dibayangkan jika tidak pakai helm. Orang pakai helm setelah mengalami kecelakaan,” sergahnya.

Cerita lain dikisahkan Syamsuri. Dia mengaku sebelum masuk Grup tak pernah memakai helm saat bersepeda motor. Cukup memakai kopiah. “Tapi, saya iba terharu kegigihan teman-teman Grup mengajak kami memakai helm. Saya akhirnya memakai helm,” tuturnya.

Ya. Regulasi mewajibkan pemotor dan yang dibonceng untuk memakai helm. Alat itu berfungsi mengurangi fatalitas jika terjadi benturan di kepala. “Ada sanksinya, denda maksimal Rp 250 ribu atau penjara satu bulan,” kata bro Lucky.

Di sisi lain, anggota Gerakan Anak Majelis Rasulullah saw Sadar Helm & Mematuhi Peraturan Berlalu Lintas juga menanyakan bagaimana melakukan konvoy yang baik. Soal ini, bro Rio dengan lugas menuturkan bahwa konvoy yang legal adalah yang dikawal petugas kepolisian.

Kesemua itu tujuannya agar lalu lintas jalan menjadi lebih aman dan nyaman. “Keselamatan jalan mesti dilihat dalam satu kesatuan, yakni etika, aturan, dan keterampilan,” jelas bro Rio.

Soal salah atau benar saat berkendara, kata dia, merujuk kepada UU No 22/2009 LLAJ. Pertemuan siang itu pun menyinggung soal penindakan pelanggaran aturan lalu lintas jalan atau tilang. Bro Andri, selaku tuan rumah pertemuan kali ini, bercerita pengalamannya. Dia pernah ditilang karena melintas di jalur yang dilarang. “Saya bayar Rp 30 ribu kepada oknum petugas. Kebanyakan masyarakat kita tidak mau ribet ikut sidang,” katanya. Bro Rio mengajak anggota Grup agar meminta slip merah jika terpaksa ditilang ketimbang memberi sejumlah uang.

Memang gunjingan negatif tentang kelompok ini sangat merebak, tapi siapa yang sangka, ada sel kecil dalam organisasi Majelis Rasulullah yang berjuang memperbaiki, dan berperan aktif dalam keselamatan jalan. RSA sudah 3 kali temu muka dengan Grup Helm ini. Indikasi bahwa kegigihan kelompok ini untuk terus berjuang. Kecil tapi berkualitas.

Perbincangan terus bergulir hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Sesaat sebelum pamit, kami diminta berpose bersama.

sumber : http://www.rsa.or.id

OVJ, Peduli Keselamatan Jalan

Pasti tahu OVJ dong, ya Opera Van Java, acara komedi yang saban malam hadir pada prime time di layar Trans 7. Saya juga menggemari acara tersebut sebagai selingan mencari hiburan setelah seharian beraktifitas.

Di tengah maraknya acara sinetron yang sering menampilkan adegan yang tidak mengindahkan kaidah keselamatan jalan seperti : berkendara motor tidak mengenakan helm, bertelepon saat mengemudi mobil, OVJ berani tampil beda. Dalam pengamatan saya, di beberapa kesempatan, baik itu di adegan yang ada maupun peragaan menggunakan replika, para kru dan pemain OVJ menyelipkan pesan-pesan terkait keselamatan jalan. Terakhir adalah pada episode tanggal 26 April 2012. Di salah satu properti yang terpampang di backdrop panggung, di sisi kiri atas terlihat kalimat “SAFE DRIVE, STAY ALIVE” yang kira-kira bermakna : “Ingin Selamat, Berkendaralah dengan Aman” . Dan sisi kanan atas terpasang foto 2 orang yang sedang menyeberang di zebra cross.

Salut buat OVJ, walau masih bersifat sisipan, setidaknya sudah ada kemauan untuk berbuat untuk mengingatkan pentingnya Keselamatan di Jalan. Bukan apa-apa, Kecelakaan Lalu Lintas telah menjadi pembunuh nomor dua tertinggi di negeri ini setelah penyakit jantung. Sekitar 31 ribu nyawa hilang atau 86 nyawa per hari selama tahun 2011.

Apa yang dilakukan OVJ patut ditiru oleh acara-acara lainnya apalagi yang tayang pada prime time, karena akan banyak pemirsa yang menontonnya. Bagi saya, acara yang baik adalah acara yang bukan saja menjadi tontonan tapi juga bisa menjadi tuntunan bagi penontonnya. Semoga.

Sidang Perdana Afriyani “Supir Maut”

Masih ingat Afriyani? Supir maut pengendara Xenia yang menabrak 12 orang pejalan kaki di kawasan Tugu Tani Jakarta? Tragedi Keselamatan Jalan yang merenggut 9 nyawa pejalan kaki tersebut memang tidak mudah dilupakan.

Jaksa Penuntut Umum menjerat Afriyani dengan pasal berlapis

Terjadi akhir Januari 2012 lalu, kini di akhir April 2012 tepatnya tanggal 26 April 2012, Afriyani dimajukan ke sidang perdana kasus kecelakaannya. Butuh proses yang cukup lama, 3 bulan, menurut saya wajar karena kejadiannya pun sangat tragis. Seperti yang sudah banyak diberitakan media dan juga adanya tuntutan dari keluarga korban juga masyarakat bahwa tersangka harus dihukum berat, Afriyanio selain dijerat oleh Undang Undang No. 22/2009 terkait kelalaian dalam berkendara hingga mengakibatkan orang lain meninggal juga dijerat dengan Pasal penyalahgunaan Narkoba dan pasal Pembunuhan dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Afriyani (tampak belakang) duduk di kursi pesakitan

Sudah adilkah? Tentu tidak, nyawa manusia tidak bisa dibandingkan dengan apapun termasuk masa hukuman penjara. Inilah yang diutarakan oleh salah satu keluarga korban meninggal dunia. “Ya kurang lah hukuman segitu, saya sih maunya dihukum mati juga, masalahnya anak saya kan udah dirawat dari kecil, kok ditabrak sampe mati?”

Kesal, gundah, menuntut hukuman mati boleh saja. Itu hak. Namun negara kita negara hukum, dimana hukum yang dianut masih warisan kolonial (KUHAP) jadi ya maksimal untuk Pasal Pembunuhan untuk kasus ini adalah 15 tahun.

Semoga sidang ini berjalan dengan benar, tidak ada rekayasa, dan hukum bisa ditegakkan setegak-tegaknya. Dan bisa menjadi efek jera bagi pengguna jalan lainnya agar lebih waspada dan hati-hati serta mengutamakan keselamatan bersama.

Alkohol Penyebab Celakanya Olivia “Nissan Juke”?

Masih ingat kasus kecelakaan Nissan Juke yang merenggut nyawa gadis cantik, Olivia? Berita yang dilansir Detikcom Rabu 18 April 2012 , setidaknya memberikan jawaban apa pemicu sebenarnya kecelakaan tersebut yang berakibat tewasnya Olivia bersama mobilnya yang terbakar.

Berita yang dilansir sebagai berikut :

Baca lebih lanjut

RSA, Polisi Dan Fenomena “Gerombolan Bermotor”

article-image

Pagi ini (16/4) Road Safety Association yang diwakili Benny kembali didaulat untuk hadir ke acara bincang-bincang bersama Komisaris Besar Polisi Rikwanto, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya di acara Pagi Jakarta O-Channel. Acara yang singkat dan sarat makna ini kerap mengulas isu-isu terhangat di masyarakat kota Jakarta. Kali ini kasus geng motor menjadi topik bahasan.

Baca lebih lanjut