Beranda > Coretan Keselamatan Jalan > Trotoar, Riwayatmu Kini

Trotoar, Riwayatmu Kini

Apa kabar trotoar? Apakah engkau baik-baik saja? Masihkah engkau setia menemani para pejalan kaki? Masih tetap diamkah engkau menerima perlakuan tidak senonoh terhadap dirimu, diinjak-injak oleh yang tidak berhak, dilintasi para koruptor jalanan, ditempati para pengambil keuntungan dari dirimu?

Ya, engkau masih tetap menjadi trotoar, apapun bentuknya, apapun fungsinya, tetap saja bernama trotoar. Mungkin engkau sudah tidak baik kabarnya saat ini, tetapi engkau masih setia menemani para pejalan kaki, engkau masih diam terpaku melihat dirimu diperlakukan tidak senonoh oleh siapapun yang menginjak, yang melintasi, yang mengambil keuntungan dari dirimu hanya untuk kepentingan perut semata.

Trotoar, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan

Mereka para koruptor jalanan pasti menyadari bahwa dirimu adalah trotoar, bukan jalan raya, bukan lahan untuk memarkir kendaraan, bukan juga untuk  berjualan, namun dimana-mana koruptor selalu memiliki satu sifat yang sama, sifat “mau enak sendiri”.

Trotoar sejatinya adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. (sumber : Om Wiki)

Trotoar, Riwayatmu Kini

Saat ini trotoar dimanfaatkan untuk tindakan ilegal seperti digunakan oleh pemotor untuk melewati kemacetan atau mendahului kendaraan di depannya,digunakan sebagai tempat parkir motor, pangkalan ojek, bahkan tempat parkir sepeda motor petugas polisi yang sedang bertugas.

Sudah banyak janji dari pihak berwenang untuk menyelesaikan permasalahan trotoar ini, namun sampai detik ini belum terlihat nyata tindakannya selain hanya di berita-berita di media massa. Terakhir, Pemda DKI Jakarta BERJANJI April 2012 akan memulai menertibkan trotoar. Kita lihat saja.

Penyalahgunaan fungsi trotoar ini juga terjadi akibat ketiadaan tradisi untuk membangun kota yang baik. Penataan trotoar di kota besar seperti Jakarta sebenarnya bukan persoalan yang rumit. Kondisi trotoar di Jakarta sekarang terjadi akibat kelemahan dari dua pihak, masyarakat dan pemerintah.  Masyarakat kurang menuntut pemerintah untuk menata trotoar yang ada di Jakarta. Di sisi lain pemerintah tidak responsif dengan kondisi yang ada.

Buruknya kondisi trotoar di Jakarta tercatat pada hasil penelitian yang dilakukan lembaga Clean Air Initiative for Asian Cities Center yang dibiayai oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Hasil penelitian ini disampaikan pada ADB Transport Forum di Manila, Filipina, 25-27 Mei 2010. Dinilai dari aspek aksesibilitas pejalan kaki, dari 13 kota Asia yang diteliti, Jakarta memiliki peringkat terendah.

Padahal dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 131 ayat 1 sudah mengatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain.

Kecenderungan masyarakat untuk mengandalkan kendaraan pribadi seperti sepeda motor juga mobil menjadikan trotoar semakin terlupakan sebagai salah satu fasilitas umum yang layak diperhatikan. Semua asik dengan kendaraannya masing-masing. Sama seperti nasib transportasi publik.

Trotoar, Jln. Basuki Rahmat, Surabaya

Pakar tata kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Johan Silas, pernah menyatakan di kompas.com, kondisi trotoar juga menandakan kedekatan masyarakat dengan pemerintah. Ketika pejalan kaki bisa merasakan nyaman dan aman berjalan di trotoar, ini artinya masyarakat punya hubungan yang dekat dengan pemerintahnya. Trotoar adalah etalase demokrasi.

Lihat saja kedekatan masyarakat dan pemerintah melalui trotoar di Surabaya. Pemerintah ibukota Jawa Timur berhasil merangkul warganya untuk menciptakan trotoar yang bersih, rata, aman, dan nyaman untuk pejalan kaki.

Trotoar, semoga engkau masih setia sampai kapanpun menemani para pejalan kaki, saya tahu engkau selalu berdoa agar segera terbebas dari penjajahan para koruptor jalanan. Aamiin.

  1. Belum ada komentar.
  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 590 pengikut lainnya.