Beranda > Coretan Keselamatan Jalan > Edukasi Keselamatan Jalan Untuk Usia Dini

Edukasi Keselamatan Jalan Untuk Usia Dini

Berbagi dalam kegiatan pelatihan atau seminar keselamatan jalan sudah biasa. Namun, berbagi masalah keselamatan jalan di tengah murid Taman Kanak-kanak suatu kesempatan yang langka. Road Safety Association menggagas acara langka tersebut. Bertajuk Road Safety Goes To Kindergarten yang digelar pada Sabtu pagi 11/02/2012, di TK Al-Ikhsan, Jariwaringin, Jakarta Timur diikuti sebanyak 21 murid . Berlangsung selama 2 jam dengan dibagi dalam 3 kelompok. Peserta antusias dan sangat menikmati pada tiap materi yang diberikan.


Materi dasar yang mudah diterima oleh usia anak-anak seperti cara menyeberang jalan yang baik dan benar, mengenakan helm saat berkendara motor dengan ayah dan ibu, disajikan secara sederhana dan mudah diterima, dengan alunan lagu “Kalau Kau Suka Hati” yang dimodifikasi dengan syair sebagai berikut :

Kalau ku nyebrang jalan, tengak tengok
Kalau ku nyebrang jalan, tengak tengok
Kalau ku nyebrang jalan, lihat kiri dan kanan
Kalau ku nyebrang jalan, tengak tengok

Sementara syair kedua :

Kalau ku pakai helm sampai bunyi, KLIK
Kalau ku pakai helm sampai bunyi, KLIK
Kalau ku naik motor, selalu pakai helm
Kalau ku pakai helm sampai bunyi. KLIK

Mengapa RSA berbagi keselamatan jalan di depan murid TK? “Kami tidak ingin mereka menjadi korban, mereka tunas harapan bangsa, jangan disia-siakan”, tukas Rio, Ketua Umum RSA. Wajar saja jika ungkapan tersebut terlontar, karena berdasarkan data Korps Lalu Lintas Polri menyebutkan, tahun 2011, usia muda mendominasi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Dari total korban kecelakaan lalu lintas sebesar  5% berusia 0-9 tahun. Relatif kecil memang, namun merekalah yang akan menjadi penentu masa depan negeri ini.

Acara yang juga diliput media elektronik dan media massa ini, RSA membagikan helm ke seluruh murid dan guru TK Al-Ikhsan. Helm didukung salah satu brand helm ternama, MDS.

Alasan lain digelarnya acara ini adalah bahwa pikiran anak-anak mudah merekam apapun yang mereka terima, maka dengan diberikannya edukasi keselamatan jalan ini dapat berguna, setidaknya bagi diri mereka kelak. (Lucky)

  1. 12/02/2012 pada 4:51 PM | #1

    Sungguh kebalikan dengan yang aku lihat di jalanan di Kota Mataram, Lombok. Sering aku liat suami-istri yang mboncengin anak balitanya di depan. Bapak-ibu itu ndak pake helm. Ketika di lampu stopan, tengak-tengok liat apa ada kendaraan di depan daaaaan… weeeeeer… nyelonong nerobos lampu merah.
    Itu kan namanya memberi pelajaran buruk pada anak mereka. Kalau hal seperti itu direpitisi terus, sudah barang tentu akan terekam di memori jangka panjang anak itu bahwa berkndaraan (motor) boleh ndak pakai helm dan lampu merah boleh diterobos. Makanya, tidak heran di Mataram orang gemar sekali menerobos lampu merah, Satu lagi kebiasaan mereka, lebih suka klakson daripada mengurangi kecepatan apabila ada orang atau kendaraan lain di depan.
    SALUT buat acara yang sudah diselenggarakan sebagaimana diceritakan di tulisan di atas.
    :) Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. lucky junan subiakto
    16/02/2012 pada 7:07 PM | #2

    miris, perilaku buruk pengguna jalan dimanapun pasti ada, selalu optimis lakukan edukasi ke setiap golongan masyarakat.
    Selain itu terpenting lagi adalah penegakan hukum di lapangan oleh polisi. bukankah penggunaan helm sudah sangat jelas diatur UU 22/2009.

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 590 pengikut lainnya.