Awan Kelabu Kembali Menggelayuti Keselamatan Jalan
Kabar pahit harus kita terima lagi. Jumat 10/02/2012 pukul 18.15wib kita dihentakkan kembali dengan kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Kecelakaan maut kali ini melibatkan 2 buah bus, beberapa mobil dan belasan sepeda motor. Bus Karunia Bhakti dengan rute Garut-Bogor melaju dari arah Puncak menuju ke Gadog, diduga mengalami “rem blong” sehingga lepas kendali dan menerabas antrian mobil dan motor yang ada di depannya. Sopir bus kemudia membanting setir ke kanan dan celakanya lagi dari bawah ada bus Doa Ibu yang juga dihantam oleh bus Karunia Bhakti tersebut. Bus Karunia Bhakti juga melibas warung kaki lima yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dilaporkan tidak kurang dari 14 korban tewas dan 47 lainnya luka-luka.
Apa sebenarnya yang menjadi penyebab kecelakaan maut ini? Bila benar karena “rem blong” maka yang bisa menjadi pertanyaan besar adalah bagaimana dengan manajemen dan sistem pemeriksaan kelaikan jalan (Pengujian Kendaraan Bermotor) dari armada bus. Bukankah wewenang ini ada pada Dinas Perhubungan? Belum lama, salah satu media elektronik, RCTI, pernah membongkar adanya kongkalikong antara aparat berwenang dengan pengelola angkutan umum untuk memuluskan proses pengujian kelayakan armada mereka. Miris.
Awan kelabu nampaknya belum berlalu dari keselamatan jalan dan transportasi publik di negeri ini. Masih belum hilang dari ingatan kita ketika bus Maju Jaya masuk jurang pada 1 Februari 2012 di Sumedang, Jawa Barat. Sebanyak 12 jiwa melayang. Atau, kita masih ingat ulah pengemudi minibus Xenia yang menewaskan 9 orang pejalan kaki di Jakarta pada Januari 2012. Prihatin.
Apa pun, kecelakaan lalu lintas sangat menyakitkan. Keluarga yang ditinggalkan, korban yang menderita luka, cacat, pasti akan menderita. Kepedulian terhadap keselamatan jalan sudah mutlak diimplementasikan. Bagi para pengelola angkutan umum, tidak bisa ditunggu lagi untuk selalu menerapkan pengecekan rutin. Banyak nyawa yang bisa diselamatkan oleh perilaku rutin mengecek kondisi kendaraan. (Lucky)










turut berduka cita untuk para korban
keep safety riding
Sampai kapan ya, kita harus berduka terus?
Trims sudah mampir
Salam,
korban tewas jadi 24 orang
Iya, trims infonya.
Salam