Arsip

Arsip untuk Februari, 2012

Trans Jakarta, Gratis Seharian

Trans Jakarta gratis seharian. Biro Layanan Umum Trans Jakarta (BLU Trans Jakarta) menggratiskan tiket Bus TJ selama 1 hari dari pukul 05.00wib sampai dengan pukul 23.00wib, hari Minggu 26 Februari 2012 di seluruh koridor yang ada. Transportasi publik yang satu ini memang tengah berbenah diri terus agar pengguna jalan makin banyak yang menggunakan moda transportasi ini.

Kemacetan di kota Jakarta yang tiap hari terjadi menjadi alasan kuat pengguna jalan mau tidak mau harus mengalihkan moda transportasinya. Bayangkan saja saat ini, di Jakarta bertumpuk tak kurang dari dua juta unit mobil dan sekitar 9,5 juta sepeda motor memenuhi jalanan Jakarta. Wow!

Setiap hari kita menjumpai antrean kendaraan akibat kemacetan lalu lintas jalan. Terutama pada pagi dan sore hari. Bila Pemerintah Propinsi DKI Jakarta berani menerapkan pembatasan penggunaan kendaraan, rasanya bisa sedikit membantu mengurai kemacetan yang ada. Sejalan dengan itu sarana dan prasarana transportasi publik harus dibenahi pula dan juga harus dilakukan cara-cara bagaimana pengguna jalan mengalihkan moda transportasi kendaraan pribadi nya ke moda transportasi publik. Salah satu caranya dengan menggratiskan tiket bus Trans Jakarta ini.

M. Akbar - Kepala BLU Trans Jakarta

“Saya senang sekali naik bus ini secara gratis, “ujar salah satu penumpang. Beberapa penumpang memang tidak mengetahui jika bus Trans Jakarta hari ini  menggratiskan layanannya, bahkan ada seloroh dari seorang penumpang,”ya kalo boleh tiap minggu ada gratisan gini.” Saya hanya bisa tersenyum mendengarnya. Karena dari info yang saya dapat, nilai investasi untuk 1 unit armada bus Trans Jakarta mencapai nilai 400 milyar rupiah, hmmm….tentunya butuh biaya perawatan yang tidak sedikit, itu belum termasuk pemeliharaan infrastrukturnya, seperti halte, jembatan penyeberangan, jalur busway.

“Ini adalah bagian dari edukasi kepada masyarakat, karena kami yakin masih banyak masyarakat Jakarta belum pernah menggunakan bus Trans Jakarta,” ujar M. Akbar Kepala BLU Trans Jakarta.

Setuju dengan pernyataan Kepala BLU Trans Jakarta, masyarakat harus di-edukasi betapa pentingnya menggunakan jasa transportasi publik, bukan hanya untuk mengurangi kemacetan tetapi bisa menghemat waktu perjalanan juga.

Selain itu, menurut saya, yang terpenting juga adalah  jumlah armada bus Trans Jakarta harus ditambah, karena jumlah armada saat ini masih dirasa kurang. komentar dari seorang teman di status facebook saya, Winah Yuningastuti ”Ampuun deh..sudah kebayang kaya ikan teri..yang bayar saja berebut antri panjang, busnya datangnya lama”. Kata seorang pengamat transportasiIdealnya adalah armada bus yang menunggu datangnya penumpang, bukan penumpang yang menunggu datangnya bus. Bagaimana menurut anda?. (Lucky)

Categories: Coretan-Coretanku

Trotoar, Riwayatmu Kini

Apa kabar trotoar? Apakah engkau baik-baik saja? Masihkah engkau setia menemani para pejalan kaki? Masih tetap diamkah engkau menerima perlakuan tidak senonoh terhadap dirimu, diinjak-injak oleh yang tidak berhak, dilintasi para koruptor jalanan, ditempati para pengambil keuntungan dari dirimu?

Ya, engkau masih tetap menjadi trotoar, apapun bentuknya, apapun fungsinya, tetap saja bernama trotoar. Mungkin engkau sudah tidak baik kabarnya saat ini, tetapi engkau masih setia menemani para pejalan kaki, engkau masih diam terpaku melihat dirimu diperlakukan tidak senonoh oleh siapapun yang menginjak, yang melintasi, yang mengambil keuntungan dari dirimu hanya untuk kepentingan perut semata.

Trotoar, kawasan Pancoran, Jakarta Selatan

Mereka para koruptor jalanan pasti menyadari bahwa dirimu adalah trotoar, bukan jalan raya, bukan lahan untuk memarkir kendaraan, bukan juga untuk  berjualan, namun dimana-mana koruptor selalu memiliki satu sifat yang sama, sifat “mau enak sendiri”.

Trotoar sejatinya adalah jalur pejalan kaki yang umumnya sejajar dengan jalan dan lebih tinggi dari permukaan perkerasan jalan untuk menjamin keamanan pejalan kaki yang bersangkutan. (sumber : Om Wiki)

Trotoar, Riwayatmu Kini

Saat ini trotoar dimanfaatkan untuk tindakan ilegal seperti digunakan oleh pemotor untuk melewati kemacetan atau mendahului kendaraan di depannya,digunakan sebagai tempat parkir motor, pangkalan ojek, bahkan tempat parkir sepeda motor petugas polisi yang sedang bertugas.

Sudah banyak janji dari pihak berwenang untuk menyelesaikan permasalahan trotoar ini, namun sampai detik ini belum terlihat nyata tindakannya selain hanya di berita-berita di media massa. Terakhir, Pemda DKI Jakarta BERJANJI April 2012 akan memulai menertibkan trotoar. Kita lihat saja.

Penyalahgunaan fungsi trotoar ini juga terjadi akibat ketiadaan tradisi untuk membangun kota yang baik. Penataan trotoar di kota besar seperti Jakarta sebenarnya bukan persoalan yang rumit. Kondisi trotoar di Jakarta sekarang terjadi akibat kelemahan dari dua pihak, masyarakat dan pemerintah.  Masyarakat kurang menuntut pemerintah untuk menata trotoar yang ada di Jakarta. Di sisi lain pemerintah tidak responsif dengan kondisi yang ada.

Buruknya kondisi trotoar di Jakarta tercatat pada hasil penelitian yang dilakukan lembaga Clean Air Initiative for Asian Cities Center yang dibiayai oleh Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB). Hasil penelitian ini disampaikan pada ADB Transport Forum di Manila, Filipina, 25-27 Mei 2010. Dinilai dari aspek aksesibilitas pejalan kaki, dari 13 kota Asia yang diteliti, Jakarta memiliki peringkat terendah.

Padahal dalam UU Nomor 22 Tahun 2009 pasal 131 ayat 1 sudah mengatur bahwa pejalan kaki berhak atas ketersediaan fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyeberangan dan fasilitas lain.

Kecenderungan masyarakat untuk mengandalkan kendaraan pribadi seperti sepeda motor juga mobil menjadikan trotoar semakin terlupakan sebagai salah satu fasilitas umum yang layak diperhatikan. Semua asik dengan kendaraannya masing-masing. Sama seperti nasib transportasi publik.

Trotoar, Jln. Basuki Rahmat, Surabaya

Pakar tata kota Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Johan Silas, pernah menyatakan di kompas.com, kondisi trotoar juga menandakan kedekatan masyarakat dengan pemerintah. Ketika pejalan kaki bisa merasakan nyaman dan aman berjalan di trotoar, ini artinya masyarakat punya hubungan yang dekat dengan pemerintahnya. Trotoar adalah etalase demokrasi.

Lihat saja kedekatan masyarakat dan pemerintah melalui trotoar di Surabaya. Pemerintah ibukota Jawa Timur berhasil merangkul warganya untuk menciptakan trotoar yang bersih, rata, aman, dan nyaman untuk pejalan kaki.

Trotoar, semoga engkau masih setia sampai kapanpun menemani para pejalan kaki, saya tahu engkau selalu berdoa agar segera terbebas dari penjajahan para koruptor jalanan. Aamiin.

SEEKING JUSTICE IN THIS WORLD

foto : suarasurabaya.net

A Story about road crash victim…

Disappointed the case of his son’s death was never investigated thoroughly, a citizen of Malang in East Java Police Headquarters came on foot. The arrival of Indra Azwan (51) to the Police is to restore the ‘envelope bribes’ containing money worth Rp 2.5 million.

Indra Azwan went on foot from his home in the West Watu Genuk Street Gang II No. 95 Malang on Saturday (02.18.2012) at 09.00 am. He had just arrived in Surabaya on Monday (2/20/2012) morning, then went straight to East Java Police Headquarters in Jalan Ahmad Yani Gen.

“I do not need an envelope lying,” said Indra Azwan House Intel / Watchful East Java Police.

‘The envelope bribes’ time was given Java Police Chief Inspector General of Police Indra Pratiknyo to the East Java Police on May 1, 2010 last. At that time Indra’s demands probe hit and run case that happened to her son Rifki Andika (12) involving members of the Police Commissioner Lt Gen Ricardo S Sumantri in Jalan Parman Malang in 1993.

Instead investigated thoroughly, the case of his son’s death is even more untouchable. In fact, Indra had been pitted and meet with Yudhoyono at the State Palace in Jakarta last August 10, 2010.

“Meet the President was not a guarantee,” he said vehemently.

Efforts to meet Indra Azwan East Java Police Chief Inspector General of Police Hadiatmoko apparently can not be realized. When Indra tried to contact any cellular phone, was never answered by the police chief of East Java.

“Well if that Pak police chief did not want to see me, I just want to restore the contents of the envelope lies USD 2.5 million of this money,” he said.

Indra took out an envelope containing money worth Rp 2.5 million. He handed the money on the table House Alert.

“It’s not money I want,” said Indra as he left, walking back out of the East Java Police.

To detiksurabaya.com, Indra Suyatna perjalanannnya admitted to Jakarta will continue through pantura. Not just arrived in Jakarta, Indra has even set up a passport and visa for him to walk to Palembang, Dumai, Malaysia, Thailand, Myanmar, India, Pakistan, Iran, Kuwait, Riyadh, to get to Mecca.

According to Indra, all institutions ranging from police until the President could not realize that he wants justice. The end goal is Mecca to devote his disappointment over 19 years of seeking justice.

Only by carrying a backpack, Indra who wore shirts and pants desperate doreng this will make the long journey to Mecca. He only brought clothes and some important papers, including passports and visas.

He is also a poster on her draping that reads “President SBY, I Do Not Need Envelopes, I Do not Need Promises, Just One, JUSTICE Death Rates For 19 Years Fighting Son Lives’.

Konspirasi Tingkat Tinggi?

Apa? Ini mungkin sekedar pertanyaan saya yang mungkin berlebihan terkait makin maraknya kecelakaan lalu lintas yang  merenggut banyak korban nyawa dan materi. Entah konspirasi antara siapa dengan siapa, namun faktanya, kecelakaan lalu lintas makin marak, korban berjatuhan makin banyak. Perhatian semua pihak pun menyasar pada satu isu utama, KESELAMATAN JALAN.

Sebut saja, media elektronik, media cetak, social media, milis-milis, blog-blog (termasuk saya :D ), mulai dari Istana sampai dengan produser infotainment, mulai dari kota pusat kekuasaan Jakarta sampai dengan Indonesia Timur, semua membicarakan satu hal yang sama KECELAKAAN LALU LINTAS.

Coba saja googling dengan kata kunci,”kecelakaan lalu lintas“, anda pasti akan terpana melihat fenomena konspirasi tingkat tinggi ini. Konspirasi yang membiarkan jalanan menjadi “ladang pembantaian”, sehingga kondisi menjadi chaos, dan akhirnya pun semua pihak menjadi melek mata dan hatinya, bahwa keselamatan di jalan itu memang sangat penting!

Semoga pertanyaan saya ini bukan hal yang luar biasa, saya juga tidak mau kalau bangsa ini hanya menjadi bangsa yang reaktif. Menunggu kejadian dahulu baru berbenah, baru peduli, setidaknya kita harus bisa menjadi bangsa yang antisipatif. Semoga saja. Aaamiin.

*maaf, kali ini tulisannya tanpa foto, karena cuma tulisan iseng :D *

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati

Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati. Demikian ungkapan yang sering kita dengar dalam dunia kesehatan. Mengapa? karena sehat betapa mahal harganya. Jika kita sakit, pasti mengeluarkan biaya pengobatan yang tidak pernah direncanakan sebelumnya. Lalu apakah kita bisa melakukan pencegahan agar kita tetap sehat dan tidak terserang penyakit? Jawabannya pasti BISA, dengan gaya hidup sehat, makanan dan minuman yang sehat, olahraga secara rutin, waktu istirahat dan bekerja yang teratur dan banyak lagi cara agar tubuh kita tetap sehat.

Lalu apa hubungan antara foto-foto diatas dengan dunia kesehatan? Coba simak berita-berita berikut ini :

Read more…

Edukasi Keselamatan Jalan Untuk Usia Dini

Berbagi dalam kegiatan pelatihan atau seminar keselamatan jalan sudah biasa. Namun, berbagi masalah keselamatan jalan di tengah murid Taman Kanak-kanak suatu kesempatan yang langka. Road Safety Association menggagas acara langka tersebut. Bertajuk Road Safety Goes To Kindergarten yang digelar pada Sabtu pagi 11/02/2012, di TK Al-Ikhsan, Jariwaringin, Jakarta Timur diikuti sebanyak 21 murid . Berlangsung selama 2 jam dengan dibagi dalam 3 kelompok. Peserta antusias dan sangat menikmati pada tiap materi yang diberikan.

Read more…

Kronologi Kecelakaan Maut Cisarua

Sedikit saya sampaikan disini kronologi kecelakaan maut yang terjadi di Cisarua, Jumat 10/12/2012 kemarin. Kronologi ini saya pantau dari media elektronik.

Bus Karunia Bakti melaju dari atas menuju arah Bogor

Read more…

Awan Kelabu Kembali Menggelayuti Keselamatan Jalan

Kabar pahit harus kita terima lagi. Jumat 10/02/2012 pukul 18.15wib kita dihentakkan kembali dengan kecelakaan maut yang terjadi di kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Read more…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 590 pengikut lainnya.