Arsip

Arsip untuk September, 2011

…Dan Motivator Itu Pun Turut Tersentuh

Mario Teguh, siapa yang tak kenal beliau? Seorang motivator kelas atas, kalau boleh saya menyebutnya…seperti biasa, setiap pagi saya selalu melihat fan pages beliau di facebook

Simak status update nya di bawah ini :

 

Mario Teguh, motivator yang memfokuskan memberikan motivasi seputar kebahagiaan hidup, cinta dan religius, ikut tersentuh hatinya melihat semakin maraknya kecekalaan lalu lintas dan juga semrawutnya kondisi transportasi publik. Sementara para pemimpin masih sibuk dengan urusan-urusan lain (yang mungkin saja lebih penting?)

Saya yakin doa nya Mario Teguh adalah doa dan harapan kita semua, dan juga saya yakin para Pemimpin negeri ini mendengar apa yang menjadi doa dan harapan Mario Teguh diatas, “Perbaikilah kepemimpinan dan pengelolaan kehidupan bangsa ini”

Saya juga yakin, Mario Teguh, tidak sekedar ikut-ikutan bicara tentang keselamatan jalan dan transportasi publik yang sempat menjadi “trending topics” juga tak lepas aroma bisnis di seputar “trending topics” ini, saya yakin beliau pun menyadari betapa kecelakaan lalu lintas dan semrawutnya transportasi publik akan mendatangkan ketidakbahagiaan bukan saja bagi yang mengalami langsung maupun tidak langsung, seperti keluarga, teman, sahabat dan orang-orang yang mencintai kita.

Jadi, pantaskanlah diri kita untuk tidak mengalami ketidakbahagiaan akibat kecelakaan lalu lintas.

Salam Super!

Berbagi Lintas Sektoral

Road Safety Association (RSA) untuk kali ketiga diminta sebagai narasumber dalam workshop yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kali ini, pada 14-15 Juli 2010, bertempat di Hotel Grand Jaya Raya, Cipayung, Bogor, RSA tampil membeberkan pengalaman bergiat soal keselamatan jalan dalam workshop Pekan Aman di Jalan.

Dalam ajang lintas sektoral yang diikuti 40 peserta, RSA berdampingan dengan sesama LSM yakni Global Road Safety Partnership (GRSP) Indonesia yang diketuai Giri Suseno, mantan Menteri Perhubungan (Menhub). Edo Rusyanto, ketua Divisi Litbang RSA membawakan materi road safety berjudul Melongok Kantong Pengguna Jalan. Paparan diawali tentang sejarah berdirinya RSA pada 15 Desember 2007, kemudian bertransformasi menjadi LSM untuk lebih luwes bergiat di tengah masyarakat.

Read more…

Dibawa Kemana Kebijakan Keselamatan Jalan?

MASALAH keselamatan lalu lintas jalan bukan soal remeh. Sekitar 300 ribu jiwa melayang sia-sia di jalan raya sejak 1992 hingga 2010. Tak kurang dari setengah juta menderita luka ringan dan luka berat.

Belum lagi produktifitas dan potensi yang hilang. Potensi hilangnya generasi berkualitas. Generasi yang bisa membuat hidup masyarakat Indonesia bisa lebih baik. Semua sirna lantaran kecelakaan lalu lintas jalan.

Kita semua faham bahwa pemerintah dan seluruh elemennya sudah berbuat. Bahkan, pada 2004, lahir Kesepakatan Bersama lima instansi pemerintah untuk menangani masalah kecelakaan lalu lintas jalan. Hingga 2004, jumlah korban kecelakaan tersebut sudah mencapai sekitar 394.767 orang, ironisnya sekitar 34% adalah korban tewas atau sebanyak 135.159 jiwa. Data-data tersebut mungkin membuat pemerintah merinding sehingga lahir Kesepakatan Bersama.

Read more…

Transportasi Publik, Tinggal Kenangan?

Saya terkejut membaca berita dibawah, saya berharap kelanjutan proyek Monorel ini dapat berjalan namun apa yang terjadi? Harapan saya mungkin sama dengan harapan jutaan warga Jakarta lainnya.

Tiang Pancang Monorel (Foto : andrewc123)

Selasa, 20/09/2011 00:40 WIB
Foke Pastikan Pembangunan Monorel Dihentikan
Lia Harahap - detikNews

Jakarta - Impian Jakarta untuk mempunyai moda transportasi monorel hanya menjadi kenangan. Sebab, pembangunannya dipastikan akan dihentikan.

“Saya sangat ingin monorel ini supaya ada ketegasannya. Karena itu kami akan melakukan pengakhiran masa perjanjian terhadap konsesi dengan PT Jakarta Monorel,” terang Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, di Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (19/9/2011).

Untuk diketahui, rencana pembangunan monorel ini sudah terhenti sejak tahun 2004. Padahal, tiang-tiang pondasi sebagian telah berdiri seperti di Kuningan dan Senayan.

Sebagai gantinya, lanjut Fauzi, pihaknya tengah memikirkan moda alternatif lainnya yang lebih baik dengan biaya pembangunan yang tidak terlalu tinggi. Di samping itu, Pemprov DKI Jakarta berjani tetap akan memanfaatkan keberadaan tiang jalan layang yang semula akan digunakan untuk perlintasan monorel.

“Kita sedang pikirkan moda transportasi apa yang cocok, baik, berdaya tampung lebih banyak dan harga tiketnya dapat terjangkau masyarakat Jakarta,” tambah pria yang kerab disapa Foke.

Dalam waktu dekat, lanjut Foke, Pemprov DKI akan segera mengakhiri masa perjanjian kontrak dan melakukan konsesi dengan PT Jakarta Monorel selaku investor dan pengembang. Format untuk mengakhiri perjanjian saat ini sedang dirundingkan dengan pengacara Pemprov DKI dan Biro Hukum DKI.

“Jika penyusunan format rampung, akan ditindaklanjuti dengan tahapan perjanjian lainnya untuk menyelesaikan perjanjian ini,” tambahnya.

Atas penghentian perjanjian ini, menurut Foke, pihak pengembang meminta penggantian biaya investasi Rp 600 miliar. Namun, permintaan itu ditolak Foke. Menurutnya, Pemprov akan mengganti sesuai rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang menyatakan, ganti rugi dapat dibayarkan kepada investor monorel maksimal Rp 204 miliar.

“Dengan adanya penghentian perjanjian ini memang ada permintaan pergantian dana investasi yang diminta perusahaan itu sebesar Rp 600 miliar dan tidak bisa kita penuhi. Maka itu kita berpulang kepada rekomendasi BPKB yang terakhir, saya berpegangan pada rekomendasi BPKP maksimal setinggi-tingginya Rp 204 miliar. Dari segi Pemprov DKI berusaha untuk mengupayakan seefisien mungkin untuk kebutuhan transportasi bagi warga Jakarta,” tandas pria berkumis ini.

Monorel rencananya dibagi menjadi dua jalur, jalur hijau dan jalur biru, dan diperkirakan dapat mengangkut 120 ribu orang per hari. Monorel jalur hijau sepanjang 14,2 kilometer akan melayani Semanggi-Kuningan. Jalur biru sepanjang 12,2 kilometer melayani Kampung Melayu-Casablanca-Tanah Abang-Roxy. (lia/rdf)

—————————————————————————————-

Kamis, 22 September 2011 02:05 WIB

Busway Layang Gantikan Monorel

Metrotvnews.com, Jakarta: Pascapenghentian proyek monorel, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membuat perencanaan pengalihan fungsi pancang monorel menjadi jalur busway layang.

Pemprov menegaskan moda transportasi Light Rapid Transit (LRT) monorel siap digantikan dengan moda Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta. “Nanti itu akan kita jadikan Bus layang atau apa pun namanya, pokoknya bus. Yang jelas bus ini tidak berbasis rel,” ungkap gubernur Fauzi Bowo di Balai kota, Jakarta, Rabu (21/9).

Foke memaparkan jenis bus layang yang akan menggunakan bekas tiang pancang monorel tersebut akan menerapkan teknologi tinggi o-bhan busway. “Di beberapa negara sebenarnya ada teknologi tinggi yang mencantelkan ban dengan bus di atas jalur layang khusus tersebut,” jelasnya.

Menurut Foke pengalihan fungsi tiang pancang monorel tersebut akan jauh lebih efektif. Pasalnya, jika proyek monorel diteruskan, biaya investasinya terlalu mahal. Tidak hanya itu, ongkos operasional pun tinggi. “Pengoperasian monorel ini lebih banyak biayanya dari 13 koridor busway. Subsidinya saja bisa mencapai Rp400 miliar. Ini tidak seimbang,” ujar Foke.(MI/****)

Tiang Monorel (foto : krishnabalagita)

Komentar dari seorang penggiat keselamatan jalan :

“Hmm harus di elaborasi lebih dalam Nich
Dmana mana basis rel akan lebih murah dari basis bus..
Yg membedakan cuma di investasi awal..

Harusnya DPRD studi banding ke taman mini.. Itu Monorel pertama dan Masuk beyond 2000 loh.
Sebagai teknologi tercanggih saat itu

Tanya pengelolanya biaya jalan berapa ??

Klo mahal mengapa singapura malah akan menambah jalur LRT dibanding MRT

Jalur LRT Malaysia malah jadi jalur favorit wisma karena mengantar dari mulai belanja murah di Sungei wang sampe belanja borjuis di Petronas Tower..
Sampe sampe Garuda Pasang Iklan segerbong di LRT Malaysia..

Hmm jadi kepikiran kembali pas wawancara di pabrik truck bus di karawang dolo..
Bukamn Suudzon tp kok nyambung…”

Komentar lainnya :

“monorel mahal karena kudu di atas dan pake rel… knp pake rel??? supaya lebih aman…
lah ini bus layang… sopir busnya kayak bus TJ yang sekarang bakal jumpalitan itu bus…
bukan melayang lagi tapi terbaaang…

kendaraan umum massal ya mahal supaya safety… bukan murah supaya pada mati…”

Supaya rekan-rekan tahu, bahwa transportasi publik sudah diamanatkan dalam konstitusi, tercakup pada Pasal 5 ayat 3 UU No. 22 Tahun 2009

Bagaimana komentar anda?

Categories: Coretan-Coretanku

Public Figure Bisa Jadi Panutan?

Coba simak kicauan dari akun Twiiter milik seorang public figure dibawah ini :

 

 

 

 

 

 

 

 

Kenal dengan Kirana Larasati kan? Artis sinetron yang masih muda dan cantik, sayang kesadaran akan Keselamatan diri dan orang lain belum melekat di pikirannya. Bayangkan apa yang ada di pikiran Kirana saat itu? Bayangkan jika hal ini ditiru follower nya di akun Twitter nya tersebut? Apalagi follower nya Kirana ada sekitar 100.000 akun follower. Kita tahu semua apa makna dari “ngebut” saat “nyetir” kendaraan. Ngebut didefinisikan sebagai berkendara melebihi batas wajar kecepatan. Pastinya beresiko tinggi kan?

Simak komentar saya ke Kirana :

 

 

 

 

 

 

 

Sekedar mengingatkan saja ke yang bersangkutan, meski tidak dijawab namun setidaknya saya sudah mengingatkan akan resiko kecelakaan yang menempel dari aksi “ngebut” Kirana tersebut. Apalagi dilakukan tanpa menggunakan softlens yang belakangan saya baru tahu kalau Kirana adalah artis berkacamata minus.

Kirana Larasati (Foto : Tabloid Nova)

Public Figure, figur yang biasanya menjadi idola penggemarnya, harusnya dapat dijadikan panutan, ternyata tidak semua ya…prihatin…apa komentar anda?

 

Doa Ulang Tahun Buat Mbak Wanda Hamidah

Segala puji bagi Allah, yang awal tanpa yang awal sebelum-Nya, yang akhir tanpa yang akhir sesudah-Nya. Mahasuci AsmaNya, Mahatampak AnugrahNya.

Ya Allah. Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Shalawat yang awalnya tidak terbatas, yang batasnya tidak berujung, dan akhirnya tidak berhingga.

Ya Allah. Anugerahkan kepada mbak Wanda Hamidah kelangsungan hidup, panjangkan usianya, sehatkan badannya, akhlaknya, agamanya, sejahterakan jiwa dan raganya, alirkan rezekinya, anugerahkan kepadanya kecerdasan akal dan kebeningan hati.

Bantulah ia, mendidik dirinya dan keluarganya, suaminya, anaknya, berbuat baik kepada semua orang dari sisiMu. Jadikan ia, mendekati, menyayangi, mencintai rakyat yang diwakilinya. Jadikan ia, orang yang baik dan takwa, yang punya pandangan dan pendengaran yang taat kepadaMu, yang mencintai dan setia kepada kekasihMu, Muhammad.

Berikan semua itu dengan petunjuk dan rahmatMu, berikan kepada ia apa yang terbaik di dunia dan akhirat. Aamiin

Categories: Coretan-Coretanku

SIARAN PERS RSA: Pemerintah Tidak Konsisten

Jakarta, 21 September 2011 – Menyikapi kriminalitas di dalam angkutan umum belakangan ini, Road Safety Association (RSA) Indonesia mendesak perwujudan moda transportasi massal yang aman, nyaman,  dan terjangkau. Hal itu adalah amanat Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

“Pemerintah tidak konsisten dalam penegakan peraturan lalu lintas dan harus bertanggung jawab” tutur Rio Octaviano, ketua umum RSA, di Jakarta, Rabu (21/9).

Rio menilai, kasus-kasus seperti pemerkosaan terhadap wanita di angkutan umum belakangan. ini, hanya permukaan gunung es. “Substansinya adalah terwujudnya moda angkutan umum yang aman. Kalau tidak terwujud, justru Pemerintah yang memperkosa hak pengguna angkutan umum” tegasnya.

Karena itu, pembenahan moda transportasi massal tidak bisa ditunda. Penyelenggaraan angkutan umum harus berbasis badan hukum sehingga mudah dikontrol dan dievaluasi. Selain itu, menciptakan iklim pengemudi yang sejahtera dengan sistem penggajian. Bukan sistem setoran.

“Di sisi lain, konsistensi penegakan hukum sebagai ajang kontrol terhadap keselamatan angkutan harus terus dijalankan,” tukas Rio.

RSA juga menilai, tanpa sinergi seluruh stakeholder transportasi, perwujudan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau sulit diwujudkan.

“Karena itu, sinergi dan konsistensi harus dipraktikan. Buang ego sektoral antar instansi demi keselamatan rakyat banyak,” pungkas Rio. (*)

RSA Kembali Hadir di O Channel TV

Setelah beberapa waktu lalu RSA hadir pada live talk show yang bertajuk “Pagi Jakarta” di O Channel TV, seakan tidak pernah lelah RSA menyebarkan virus keselamatan berkendara kepada seluruh masyarakat. Kami hadir kembali pada hari Rabu, 21 September 2011 mulai pukul 06.30 sampai dengan 07.00 wib.

RSA akan hadir berbagi tips aman berkendara dengan sepeda motor. Kenapa sepeda motor? ya! karena berdasarkan data kecelakaan lalu lintas, pemotor lah yang memiliki porsi terbesar sebagai penyumbang data kecelakaan tersebut. Bayangkan lebih dari 60% kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor.

Jadi, jangan sampai terlewat menyaksikan live talk show ini, karena akan hadir narasumber dari punggawa-punggawa RSA menyebar virus keselamatan berkendara.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 590 pengikut lainnya.