Kecelakaan Lalu Lintas, Lebih Dari Sekedar Data

Terkait dengan tulisan saya sebelumnya yang mengulas sedikit tentang Para Pembunuh Kelas Dunia maka saya turunkan, lagi-lagi sedikit opini saya. Menurut saya, data adalah sebuah angka-angka yang menggambarkan tentang prestasi sesuatu, yaa..namanya data tentu saja bisa di-manipulasi atau bahkan di-mark up tergantung dari kepentingan apa data-data tersebut dibuat.

Nah, bagaimana ceritanya jika data tersebut adalah data kecelakaan lalu lintas?? wow, berbahaya sekali jika data tersebut di-manipulasi apalagi di-mark up hehe….maka dari itu di UU No. 22 Tahun 2009 mengatur bahwa data yang dipakai di Indonesia adalah data dari Kepolisian RI.

Namun, apakah sebatas itu saja? tentu tidak, World Health Organisation (WHO) sebagai lembaga dibawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki misi lebih jauh dari sekedar data-data belaka. Mereka ingin adanya sebuah Direktori Data secara Nasional di Indonesia (National Data Coordination/NDC). Karena Indonesia adalah negara yang besar jumlah penduduknya dan pastinya juga memiliki data kecelakaan lalu lintas yang tinggi pula.

Untuk itulah lagi-lagi Road Safety Association mendapat kepercayaan dari WHO Indonesia melalui Kementerian Kesehatan untuk menjadi responden data mewakili dari grass root rakyat Indonesia. Dan dalam rangka NDC itulah RSA mengikuti Konsensus NDC pada hari Jumat ,29 Juli 2011 kemarin. Selama 1 (satu) hari RSA bersama seluruh institusi terkait Keselamatan Lalu Lintas berkutat dengan data-data kecelakaan, puluhan pertanyaan diberikan sebelumnya melalui kuesioner sudah diberikan jawaban oleh semua peserta Konsensus.

Apa peran RSA di konsensus tersebut? tentunya tidak asal “yes man!” seperti kebanyakan peserta lain, namun tetap memposisikan diri sebagai lembaga pressure dengan selalu mengkritisi jawaban-jawaban yang diberikan peserta lain pada kuesioner tersebut. Karena menurut RSA, data memang penting dan sangatlah penting karena dengan data dapat diukur keberhasilan suatu institusi dalam menjalankan tugasnya, namun Kecelakaan Lalu Lintas, lebih dari sekedar data belaka….kepedulian seluruh stakeholder Keselamatan Jalan adalah yang terpenting, meski sinergi antara mereka sudah menunjukkan peningkatan namun masih saja terdapat kekurangan disana-sini. masih banyaknya Aksi Keselamatan Jalan yang bersifat seremonial belaka dan pelaksanaannya justru menghadirkan kekacauan di jalan raya masih menjadi PR besar buat seluruh stakeholder di negeri ini, belum lagi adanya “perasaan” masing-masing bahwa “lembaga kami lah yang paling baik” :)

Satu pertanyaan terakhir saya buat anda semua, sudah siapkah anda tidak termasuk dalam data-data kecelakaan diatas? :)

 

 

Segitiga RSA, Pedoman Wajib Para Pengguna Jalan

Segitiga RSA

Sejak kita mulai mengenyam bangku pendidikan formal, materi pendidikan berlalu-lintas hampir tak pernah diajarkan. Kalaupun pernah, hal tersebut bukan tidak mungkin telah dilupakan oleh murid-murid yang sekarang telah memiliki kendaraan pribadi.

Saat ini, kondisi lalu lintas semakin semrawut, Terinspirasi dari perkataan banyak pihak yang ane baca, komentar terbanyak adalah mengandung kata “balik ke diri masing-masing”. Komentar ini menurut ane sebenarnya terkesan basi dan juga terkesan yang mengucapkan terlalu malas berpikir atau dapat diartikan juga “urusin diri masing-masing aja deh..”

Nah itu kan kalo ane suudzon alias berpikiran rada miring..hehehe :D . Kalau ane positive thinking, kalimat “balik ke diri masing-masing” dapat diartikan lebih mendalam dan mendetail yaitu penguasaan diri selama berkendara.

Apa saja yang harus dikuasai seorang pengendara, secara umum lagi pengguna jalan yang dapat menyelamatkannya dari kecelakaan, menyebabkan kecelakaan ataupun terlibat dalam kecelakaan?

Road Safety Association (RSA) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang peduli dengan keamanan pengguna jalan telah meramu jawabannya. Kendaraan jelas tidak akan bisa berjalan tanpa pengendaranya, jadi si pengendara dan pengguna jalan ini harus dibekali sesuatu!

1. Rules

Rules (peraturan) mewakili penguasaan terhadap peraturan lalu-lintas. Apa itu peraturan lalu-lintas? Saat ini Undang-Undang no.22 tahun 2009 adalah produk hukum negara yang mengatur lalu-lintas dan jalan. Silakan download di sini. Apakah peraturan tertulis saja yang harus dikuasai? Tentu tidak. Ada etika dan tata-krama menggunakan jalan yang tidak tertulis di Undang-Undang tersebut. Rules berhubungan erat dengan kata BENAR dan SALAH.

2. Skill

Skill (keahlian) berhubungan dengan kemampuan motorik seseorang dalam mengendalikan kendaraannya. Terkadang seseorang beranggapan bahwa memiliki skill berkendara adalah segalanya, padahal tidak seperti itu. Oleh karena itu di dalam segitiga RSA, Skill ditempatkan pada bagian bawah, karena memang sebagai pengguna jalan biasa, kita tidak dituntut untuk menguasai skill seperti pembalap. Apa yang digunakan untuk mengendalikan Skill? Jawabannya ada di bawah ini. Skill berhubungan erat dengan kata MAMPU dan BISA.

3. Attitude

Attitude adalah kemampuan manusia untuk membedakan benar dan salah, baik dan buruk. Otak kanan manusia bertanggung jawab untuk itu. Attitude pengguna jalan pula yang disinyalir menjadi biang kerok kesemrawutan dan berbagai penyimpangan berkendara. Attitude berhubungan erat dengan kata MAU.

Simak kata-kata di bawah ini.

Cukup jelas bukan menggambarkan hubungan Rules, Skill dan Attitude?

Jika Rules, Skill dan Attitude terus menerus dibiasakan setiap kali berkendara, maka Habit (kebiasaan) akan terbentuk

Bentuk Habit dengan Segitiga RSA..!

Jadi sudahkah Rules, Skill dan Attitude berkendara ente benar? Sekedar informasi, pengguna jalan bukan hanya mereka yang mengendarai kendaraan bermotor, tapi juga pejalan kaki dan pengendara sepeda.

sumber : blog nya Om Benny (Litbang RSA)

[Undangan] Rapat Kerja RSA

Assalamu’alaikum Wr Wb.
Puji Syukur kita panjatkan ke Allah SWT karena berkah rahmat-Nya kita masih bisa berjumpa kembali, shalawat dan salam kita kirimkan pada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW dan keluarganya serta para sahabatnya agar syafaat beliau melingkupi kita sampai akhir jaman.
Salam Perjuangan!!
Para Penggiat Keselamatan Jalan kembali beraksi, kali ini bukanlah aksi turun ke jalan namun aksi di belakang meja untuk menyusun kembali strategi pergerakan Keselamatan Jalan berikutnya.
Kali ini Aksi akan berlangsung pada :
Hari : Sabtu 16 Juli 2011 – Minggu 17 Juli 2011
Lokasi :
selanjutnya lihat di milis Badan Pengurus RSA

Para Pembunuh Kelas Dunia

Para pembunuh kelas dunia ini bisa saja mengancam nyawa kita.

Apa kabar sahabat Pro Safety ?

Dalam “World Report on Road Traffic Injury Prevention”, WHO (World Health Organization) mempublikaskan sebuah prediksi berdasarkan data yang ada sejak tahun 1990 mengenai 10 penyebab kematian di dunia pada tahun 2020.

Siapapun kita, apapun profesi kita, pembunuh kelas dunia ini berpotensi untuk menyebabkan kematian kita. Semuanya bisa dicegah dengan kehendak Yang Maha Kuasa melalui berbagai pengetahuan dan usaha yang dengan gigih kita lakukan.

 

 

Berikut ini adalah 10 Pembunuh Kelas Dunia Tersebut dalam hitungan mundur dari 10 hingga 1 :

10. AIDS
9. Diare
8. Peperangan
7. TBC
6. Infeksi Pernafasan Bawah
5. Penyakit Paru Paru Kronis
4. Stroke
3. Kecelakaan Lalu Lintas
2. Gangguan Depresi Unipolar
1. Serangan Jantung

Para pembunuh kelas dunia tersebut harus segera diminimalisasi aksinya dengan cerdas melalui usaha sekuat tenaga dan doa sepenuh hati kita.

Lihat! Kecelakaan lalu lintas menjadi pembunuh kelas dunia urutan ke 3, wow! Apakah kita masih mau mengabaikan keselamatan saat berada di jalan?

Salam safety
Sumber: www.lorco.co.id